
M. Hikmat saat menerima SK pengangkatan, Jumat (29/3).
JawaPos.com - Tak kurang dari 1.841 calon pegawai negeri sipil (PNS) Provinsi Jawa Tengah menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan di kompleks gubernuran, Kota Semarang, Jumat (29/3). Salah satu dari sekian banyak calon abdi negara tersebut adalah Mohamad Hikmat. Seorang penyandang tuna daksa asal Sukabumi yang menjadi pengajar di SLB Negeri Batang, Jawa Tengah.
Namun siapa sangka, perjalanan Hikmat menjadi CPNS ini cukuplah terjal. Tak bermaksud memandang sebelah mata maupun mengasihaninya. Pria 26 tahun ini kebetulan tumbuh dewasa tanpa kedua kakinya.
Untuk berjalan, Hikmat harus menumpangkan tubuhnya ke atas sebuah papan seluncur atau skateboard. Kedua tangannya menjadi tumpuan baginya untuk tetap bisa bergerak ke sana kemari.
Layaknya saat dia menuju ke atas panggung menerima SK CPNS dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Hikmat yang sebelumnya duduk di barisan terdepan kursi para penerima SK, mempraktikkan bagaimana caranya ia berpindah tempat. Betapa luwesnya dia menunggangi papan seluncur miliknya.
Saat di panggung, ucapan selamat dari Ganjar pun ia terima dengan penuh suka cita. Sembari menahan air mata agar tak membasahi pipinya. Usai momen itu, ia berkisah soal perjuangannya mengikuti rangkaian proses sebelum menjadi pengajar di SLB Negeri Batang.
"Saya tidak banyak berharap. Untuk berjalan saja, saya harus dibantu skateboard. Saya hanya pengen tahu saja, bagaimana perjalanan menjadi CPNS itu. Biar mendapat pengalaman," kisahnya.
"Usai ikut tes di Stadion Pandanaran Wujil Ungaran, saya sempat ketinggalan kereta di Stasiun Tawang. Akhirnya, saya tidur di stasiun dan ikut kereta berikutnya," tutur alumni Jurusan Pendidikan Luar Biasa Universitas Islam Nusantara Bandung 2017 itu, menyambung ceritanya.
Proses demi proses ia tempuh. Alhasil, Hikmat pun menerima pengumuman kelulusannya. Selain dirinya, ada 12 penyandang disabilitas lain yang diterima menjadi CPNS. Diakuinya, pemerintah memang sangat perhatian.
Dalam merampungkan tahap pemberkasan pun, ia wajib bolak-balik ke Kota Semarang. Otomatis, Hikmat harus meninggalkan rutinitasnya, bekerja sebagai pengemudi taksi online dengan mobil yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. "Bapak saya, tukang tensi keliling dari kampung ke kampung. Ibu hanya di rumah. Saya tinggal di Jakarta bersama kakak," ungkap dia.
Meski mengakui bersikap tak terlalu banyak berharap pada tes CPNS kemarin, Hikmat berangkat ke Ungaran bukannya tanpa modal. Ia pernah menjadi tenaga pengajar di SLB Ajiterep Cimahi, SLB Adzkia, SLB Budi Nurani, SLB Bakti Pertiwi dan tenaga lepas di kantor BPJS. Dirinya menganggap ini sebagai pengalaman tambahan.
Begitu pula dengan pengalaman kuliahnya. Ia menyebut cukup sulit mencari pekerjaan tahun 2012 silam kala dia belum memperoleh kompetensi. Namun, baginya pemerintah juga berjasa, mengingat adanya aturan untuk masing-masing instansi agar membuka membuka peluang satu persen dari jumlah yang dibutuhkan untuk disabilitas.
Dengan segala aksesbilitas kaum difabel yang tak henti-hentinya dibangun, alhasil, kesempatan pun makin terbuka. Baik di instansi pemerintah dan swasta. Tak lantas menggampangkan, Hikmat pun setuju ini masih perlu diimbangi dengan penguasaan kompetensi pribadi masing-masing dan sesuai bidangnya.
"Tentu saya berharap, nanti bisa bekerja, menjaga integritas, nama baik, tidak korupsi, jujur, agar mendapat keberkahan. Selain itu, bisa memotivasi orang lain, untuk tergerak lebih maju," katanya.
Sementara, Gubernur Ganjar menjelaskan, jika pemerintahannya memberikan kesempatan berkontribusi yang setara bagi semua warganya. Katanya, kalangan difabel sudah dilibatkan dalam proses pembangunan seperti dalam Musrenbangwil Jateng di beberapa wilayah akhir-akhir ini.
"Bantuan pelatihan maupun sarana dan prasarana juga kami berikan," katanya. Selain itu, pihaknya juga sudah berulang kali meminta seluruh gedung perkantoran, pelayanan publik, termasuk pedestrian untuk harus ramah difabel.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
