
Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni
JawaPos.com - Gaya politik nyentrik Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni betul-betul menyita perhatian publik Sumatera Barat (Sumbar). Setelah mendeklarasikan diri mendukung Capres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan mundur dari jabatan Ketua DPD PAN, kini muncul video yang diduga Hendrajoni terang-terangan meminta oknum berpakaian ASN untuk mendukung Jokowi.
Dalam video berdurasi 40 detik itu, Hendrajoni terlihat menekankan, agar penerima bantuan mengingat-ingat Jokowi sebagai pemberi bantuan tersebut. "Ini dari siapa?" tanya Hendrajoni dalam cuplikan video tersebut. Lalu dijawab "dari Jokowi". "Tau kan Jokowi? ingat ya," terang Bupati Pesisir dalam video tersebut.
"Bantuan sarana dan prasarana destinasi wisata sebesar Rp320 juta, darimana bantuan ini? dari? Jokowi Dodo, ya," kata Hendrajoni mengulang-ngulang ucapan tersebut pada para penerima bantuan secara simbolis itu.
Dalam hitungan tak sampai 8 jam, Selasa (25/9) itu, unggahan video di laman facebook bernama "Yusuf Effendi" itu telah dibagikan netizen sebanyak 3.339 kali, disukai lebih 300 dan sudah dikomentari hampir 400 netizen.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan belum mau berkomentar banyak terkait viralnya video tersebut. Pihaknya juga belum menggubris apakah itu termasuk pelanggaran kampanye atau bukan.
"Bawaslu Pesisir Selatan sedang menelusuri informasi tentang video yang beredar," jawab Ketua Bawaslu Pesisir Selatan Erman Wadison melalui pesan WhatsApp pada JawaPos.com, Selasa (25/9) sore.
Begitu juga tanggapan dari Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen. Menurutnya, pihak Bawaslu tengah melakukan penelusuran terhadap video yang viral di media sosial (medsos) itu. "Kita tidak bisa gegabah terkait video. Bawaslu sudah melakukan langkah-langkah dan meminta Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan untuk menelusurinya," kata Surya Efitrimen saat dihubungi sejumlah wartawan.
Efitrimen mengatakan, video tersebut harus dipastikan siapa yang terlibat dan kapan waktu pengambilannya. Serta, mengetahui detail tentang apa yang tengah dilakukan di situ (lokasi video pembagian bantuan).
"Kta harus mengetahui bukti-bukti lain berkaitan dengan video itu dan itu dilakukan sesuai dengan peraturan Bawaslu," katanya.
Pihak Bawaslu juga tak bicara sanksi yang akan diberikan nanti jika terbukti melakukan kesalahan.
Terkait sanksi yang diberikan jika terbukti melakukan kesalahan, ia belum berani memastikannya. "Kita tidak mau prematur, sanksi tersebut ketika telah terbukti melalui kajian, apakah Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan atau Bawaslu Sumbar. Kalau ditemukan data nanti juga akan dipanggil untuk mengklarifikasinya," sebut Surya Elfitrimen.
Terpisah, Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni saat dikonfirmasi hanya menjawab singkat soal video tersebut. Dia tidak menjelaskan kapan kegiatan itu berlansung dan dimana lokasinya. Namun, ia membantah kampanye kepada ASN.
"Bantuannya untuk Wali Nagari dari Pemerintah Pusat. Bukan untuk PNS," jawab singkat Hendrajoni kepada JawaPos.com melalui pesan Whatshapp-nya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
