JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tantangan Kepulauan Seribu Jadi Destinasi Wisata Internasional

22 Juni 2018, 06:10:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Tantangan Kepulauan Seribu Jadi Destinasi Wisata Internasional
Kepulauan Seribu. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Beberapa festival sudah dilaksanakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno di Kepulauan Seribu. Hal ini dilakukan dalam rangka mengangkat destinasi di Kepulauan seribu.

Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah dalam masa jabatannya yang belum genap setahun, dia telah menyusun perencanaan visi Kepulauan Seribu hingga tahun 2022. Bahkan, tidak dipungkiri olehnya tantangan demi tantangan lebih banyak dialami di Kepulauan Seribu ketimbang Jakarta Selatan.

"Ketika pertama kali saya masuk tantangan yang dihadapi cukup banyak, sehingga perencanaan yang saya buat bersama jajaran itu sudah sampai 2022. Tantangan yang pertama dan yang paling penting itu pembangunan manusianya," jelasnya saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (20/6).

Tantangan Kepulauan Seribu Jadi Destinasi Wisata Internasional
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

Dirinya sangat ingin mengubah mindset masyarakatnya, bahwa mereka adalah bagian daripada warga Ibu Kota Jakarta, maka dari itu dalam keseharian dirinya menambahkan nama menjadi Jakarta Kepulauan Seribu. Walaupun, dalam Undang-Undang belum berubah.

Setidaknya, Irman ingin rakyatnya memahami tantangan mereka sama dengan rakyat di Ibu Kota, dan tidak memandang diri mereka orang di daerah yang dikatakan sebagai yang tertinggal. Maka dari itu, penting untuknya membina masyarakatnya terlebih dahulu.

"Menurut saya pembinaan manusia ini penting karena kalau pembangunan infrastruktur kan sambil berjalan dan juga jangkanya tidak panjang paling dua tiga tahun," tuturnya.

Irman pun mensyukuri Pemprov DKI sekarang ini berkomitmen betul membangun Kepulauan Seribu, dalam prioritas pembangunan di Jakarta. Ini artinya, mulai 2019 ke depan pembangunan bisa tertuang dalam pembiayaan di Kepulauan Seribu.

"Saya baru melihat yang ini tegas sekali diharapkan kesenjangan jangan sampai tinggi dengan wilayah darat, bahkan kalau bisa targetnya sama dengan darat atau kenapa tidak lebih baik dengan yang di darat kan, itulah impian saya untuk dibangun ke depan di Kepulauan Seribu," tuturnya.

Maka dari itu, Kepulauan Seribu yang lekat dengan citra wisata bahari Jakarta, akan dikembangkan Irman untuk bertaraf Internasional. Sebab, dirinya melihat wilayahnya dapat menjadi wilayah yang memiliki ekonomi khusus, artinya kawasan yang menjadi tempat pelaksaan bisnis berjalan.

"Yang saya purposes bagaimana Kepulauan Seribu bisa menjadi tempat obshore financial center, di dunia ada 49 yang ke-49 dimiliki Labuan, Malaysia. Nah kenapa tidak menjadikan wilayah kita menjadi yang ke 50 sehingga dapat memberikan manfaat," jelasnya.

"Kita juga akan menghadirkan tempat dimana orang bisa mengambil ijin atau registrasi berkaitan dengan kapal. Ini akan memberikan pemasukan cukup besar sehingga dapat memberikan pemasukan pendapatan DKI Jakarta bahkan bisa lebih besar dari daratan, sebagai visi boleh saja dong supaya kita ada lebih challenge agar lebih semangat," terang Irman.

Selanjutnya, Kepulauan Seribu ke depan akan kita wujudkan memiliki segmentasi kepariwisataan. Seperti, Retairement tourism yaitu pariwisata yang akan dikembangkan untuk orang yang pensiun tidak hanya orang Indonesia tapi lebih banyak orang luar yang mereka punya finansial kuat mencari tempat yang tropis.

"Lalu, Yacht tourism, dimana tempat pariwisata bagi kapal Yacht bisa datang, bahkan Cruise tourism yaitu pariwisata dengan kapal-kapal cruise bisa merapat, tempatnya masih kita bahas mungkin sedikit di Utara Jakarta sementara ini anggap saja Ancol bisa buat dermaga kapal-kapal besar," jelas Irman.

Selanjutny, Irman pun ingin mewujudkan Healing tourism yaitu pariwisata yang disiapkan untuk melakukan pemulihan ketergantungan baik obat, narkoba, bahkan Alkohol. Lalu, yang diketahui sudah dimulai yaitu heritage atau historical tourism jadi pariwisata sejarah.

"Misal di Pulau Onrust, Kelor, Cipir, dan Bidadari itu tempat penggalangan kapal VOC bahkan penampungan haji. Tidak lupa, wisata religi kita juga akan kembangkan, karena di Pulau Panggang ada makam habib Ali," harapnya.

Untuk 2019, Irman berencana akan memulai pembangunan dan revitalisasi Pulau-Pulau yang ada. Sehingga, dirinya pun berharap Kepulauan Seribu siap menjadi wisata bahari bertaraf Internasional.

"Ya ke depan diharapkan kita dapat bangun exhibition center, kemudian di beberapa pulau akan dibangun resort-resort bertaraf Internasional, karena sudah banyak pengembangan Pulau yang sudah paparan ke saya bisa dikembangkan," ucap Irman.

Dirinya mengakui pembenahan infrastruktur di bidang transportasi menjadi tugas penting untuk dikejar. Sehingga, dirinya pun ke depan akan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang ingin berinvestasi di bidang kapal wisata sehingga jangkauan wisatawan dapat semakin banyak.

"Secara umum, saya berharap Jakarta akan bisa melakukan pembangunan secara integrasi dengan basis pembangunan manusia. Jadi, fokusnya ke pendidikannya, lalu aspek kesejahteran masyarakat karena jika hanya dibangun infrastruktur rasa memiliki masyarakat kurang," tandas Irman.

"Maka perlu ada dibangun tanggung jawab Jakarta milik bersama, agar tidak merusak fasilitas insfrastrukstur yang ada," pungkasnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up