Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 12.10 WIB

Nahas! Jatuh dari Motor, Siswa SMK Hanyut di Sungai

Tim dari Basarnas, BPBD Kota Balikpapan, bersama TNI/Polri melakukan pencarian Joni Falar, 17, yang terseret arus banjir di simpang tiga Gunung Sari dan Gunung Malang, Balikpapan, pada Kamis (21/6) dini hari pukul 04.00 Wita. - Image

Tim dari Basarnas, BPBD Kota Balikpapan, bersama TNI/Polri melakukan pencarian Joni Falar, 17, yang terseret arus banjir di simpang tiga Gunung Sari dan Gunung Malang, Balikpapan, pada Kamis (21/6) dini hari pukul 04.00 Wita.

JawaPos.com - Kejadian nahas menimpa Rizky Joni Falar. Pemuda17 tahun itu hanyut terseret arus di kawasan pertigaan Jalan Mayjen Sutoyo-Ahmad Yani, pada Kamis (21/6) dini hari pukul 04.00 Wita. Hingga malam tadi, korban belum juga ditemukan.


Dugaan sementara, siswa kelas tiga di SMK Setia Budi Balikpapan itu lelah. Ia kemudian terjatuh dari sepeda motor saat hujan deras mengguyur Balikpapan. Saat terjatuh, kondisi jalanan banjir dan arus di parit sedang deras.


"Kami masih dalami keterangan saksi. Sementara ini, korban terseret dan hanyut di parit besar dan belum ditemukan," sebut Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Grup), Jumat (22/6).


Pihaknya saat ini fokus pencarian korban bersama tim gabungan. Dugaan sementara, korban bersama rekannya itu lelah. Motor yang dikendarai jatuh saat melintasi genangan air akibat hujan deras.


Tak mampu mengendalikan, keduanya lalu terjatuh dari motor. Ketinggian genangan air subuh itu diperkirakan sekitar 50 sentimeter.


Setelah jatuh, korban yang tinggal di Kompleks Perumahan Ramayana, Jalan Soekarno-Hatta Km 3,5 ini kemudian terperosok ke sungai sekitar lokasi kejadian. Sedangkan rekannya masih sempat menyelamatkan diri tak terseret ke parit.


"Korban dari arah Klandasan, hendak pulang," tuturnya.


Upaya pencarian korban dilakukan tim gabungan hingga ke muara sungai Pasar Baru. Pencarian tim SAR gabungan dari Basarnas Balikpapan, Sar Brimob Polda Kaltim, BPBD, Kodim, Satpol PP, relawan Banda Indonesia Balikpapan, Info Bencana Balikpapan, PKPU serta lainnya.


Mereka dibagi menjadi tiga tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Ada pula berjalan kaki mengingat kondisi air sudah mulai surut.


"Rekannya sudah teriak minta tolong saat korban terbawa arus, namun kondisi sepi," imbuhnya.


Petugas BPBD Balikpapan Iwan mengungkapkan, pencarian masih fokus di sekitar TKP hingga aliran sungai menuju laut. Dari informasi yang diterima pihaknya, korban terseret ke dalam sungai hingga hanyut dan dinyatakan hilang.


Rekan korban yang mengetahui korban jatuh, langsung berteriak minta tolong warga yang ada di sekitar lokasi kejadian namun tak berhasil. "Pencarian dilanjutkan besok (hari ini)," ujarnya.


Sementara itu, Reko Ngarit, ayah korban tak dapat berbicara banyak. Ia hanya berharap, jasad anaknya bisa segera ditemukan.


Reko menuturkan, korban dijemput temannya sekitar pukul 21.30 Wita. "Saya sudah pesan jangan pulang malam, namun karena kondisi hujan, saya bisa mengerti," tuturnya ditemui di pos pencarian kawasan Pasar Baru.


Informasi anaknya jatuh dan terseret arus baru pagi hari diketahui Reko setelah polisi datang ke rumah. Hingga pukul 22.00 Wita malam tadi, korban masih belum ditemukan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore