JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tol Solo-Jogja Dibangun Melayang, Berikut Rencananya

22 Februari 2019, 12:50:59 WIB
Tol Solo-Jogja Dibangun Melayang, Berikut Rencananya
ILUSTRASI: Jalan tol Bawen-Jogja-Solo akan segera dibangun melalui proyek nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat. (Galih Cokro/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Jalan tol Bawen-Jogja-Solo akan segera dibangun melalui proyek nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Dalam pembangunannya untuk wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) cenderung berkonsep elevated (jalan layang).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kunto Riyadi mengatakan, tol yang masuk ke wilayah DIJ khususnya Sleman nantinya elevated. Artinya tidak terlalu memakan banyak lahan. "Tol elevated atau melayang tidak terlalu makan lahan. Dampaknya cuma konstruksi saja," katanya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Dikatakannya, untuk tol Bawen-Jogja, di wilayah Sleman melewati Kecamatan Mlati, kemudian Seyegan, Moyudan, dan Tempel. Sedangkan Jogja-Solo, melalui jalur di Kecamatan Depok, Kalasan, dan Prambanan.

Tol Solo-Jogja Dibangun Melayang, Berikut Rencananya
Gubernur DIJ, Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu sempat mengatakan, proyek tol yang akan dibangun berupa jalan layang bertingkat atau elevated. (Arief Budiman/Radar Solo/JawaPos Group)

"Pintu masuk dan keluar nanti ada di Sleman. Tol dari Bawen, pintunya berada di Kecamatan Mlati. Sedangkan tol ke Solo, ada di Maguwoharjo, Kecamatan Depok. Nanti juga akan dilewatkan selokan Mataram. Kalau untuk jumlah desa yang akan dilewati, saya kurang hafal," katanya.

Sampai saat ini, menurutnya, belum ada sosialisasi kepada masyarakat yang berada di sekitar jalan tol yang akan dilalui. Pengerjaan langsung ditangani oleh pemerintah pusat, dan masih dalam tahap pengukuran. "Belum ada sosialisasi ke masyarakat," ucapnya.

Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu sempat mengatakan, proyek tol yang akan dibangun berupa jalan layang bertingkat atau elevated. Proyek ini menurutnya akan lebih murah sekaligus meminimalkan kerusakan situs cagar budaya. "Jadi jalan bertingkat itu mungkin lebih murah daripada pembebasan tanah (untuk tol)," katanya.

Kemudian jalur yang dari arah Semarang akan dibangun jalan tol dari Bawen ke Secang, Magelang. Lalu menuju ke Borobudur, baru akan ditembuskan ke Jogja.

"Borobudur ke Jogja kira-kira lewat di sebelah utara markas TNI di Demak Ijo (Sleman). Tapi itu elevated, nyambung di ring road sebelah barat. Lewat atas sungai selokan Mataram, itu sudah disepakati untuk pintu tol," tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DIJ Gatot Saptadi menambahkan, pembangunan ini setahunya lebih banyak perkembangan untuk tol Bawen-Jogja. Sedangkan Jogja-Solo masih stagnan. "Setahu saya yang sudah banyak kemajuan Jogja-Bawen. Desain sudah ada, proses penawaran ke pihak ketiga juga sudah ada," katanya.

Meski begitu, ia tak tahu secara pasti kapan proyek pembangunan ini dimulai. Apakah akan dilakukan pada 2019 ini atau masih 2020 mendatang. "Saya tidak tahu mulainya kapan," paparnya.

Diketahui, pemerintah pusat merencanakan pembangunan tol Solo-Jogja dan Bawen (Semarang)-Jogja. Tol tersebut diketahui guna melengkapi jaringan 'segitiga emas' antar tiga bandara yakni New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, Ahmad Yani di Semarang, dan Adi Soemarmo Solo.

Total investasinya sekitar Rp 12,139 triliun. Tol Bawen-Jogja diperkirakan sepanjang 77 km, sementara untuk tol Solo-Jogja sekitar 71 km.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : Ari Purnomo, Ridho Hidayat, Tunggul Kumoro
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini