
Ok Oce
JawaPos.com - Program OKE OCE (One Kecamatan One Center of Enterpreneurship) untuk level nasional oleh calon wakil presiden Sandiaga Uno diyakini sebagai solusi memangkas pengangguran. Sandi membanggakan program OK OCE yang sudah berjalan di DKI Jakarta saat mengikuti debat antarcawapres di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (17/3).
Tawaran tersebut dianggap Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf, Hasto Kristiyanto, adalah tawaran pribadi Sandi yang pernah jadi Wagub DKI Jakarta. Politikus PDIP ini menilai program OK OCE sudah usang sejak di DKI Jakarta dan sulit diangkat sebagai program nasional.
"Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni OK OCE," ungkap Hasto.
Hasto membeberkan data dari target OK OCE sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1.000 atau 2,5 persen dan hanya 150 orang yang dapat modal.
"Ini adalah cerminan gagalnya program OK OCE yang ditawarkan Sandiaga," tegas Hasto.
Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie menilai program OK OCE sangat janggal jika dibawa ke tingkat nasional karena di DKI Jakarta berantakan dan banyak yang gulung tikar.
“Sudah jelas itu program gagal, tak layak juga dibawa ke level nasional. Secara eksistensi keberadaan program ini tak membuahkan hasil, substansinya agak kabur, dan esensinya tak terarah karena tak terkonsep,” kata Jerry, Kamis (21/3).
OK OCE kalah bersaing dengan berbagai minimarket yang sudah ada. Ini terjadi karena OK OCE tak punya konsep dan dukungan jelas dan sistem bisnis, juga jaringan distribusi. Menurutnya, klaim Sandi bahwa OK OCE menurunkan pengangguran di Jakarta hanya kamuflase semata untuk mengalihkan bahwa program besutannya telah gagal.
Jerry turut mengkritisi rumah siap kerja yang tak jelas konsepnya. Dia menegaskan OK OCE kurang greget juga tak nyambung dengan perkembangan era industri 4.0 yang berbasis IT.
"Untuk rumah siap kerja seperti apa karena ini perlu dikaji, jangan cuma program tanpa aksi,” tegasnya.
Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus mengatakan, saat ini belum tepat jika OK OCE diterapkan secara nasional. Dia beralasan, implementasi OK OCE di lapangan masih banyak menemui masalah, meski inisiasi program ini cukup baik.
Sejumlah permasalahan antara lain masyarakat belum sempurna menggunakan teknologi, padahal OK OCE mengandalkan teknologi dalam penerapannya. Peserta tak sedikit yang masih gagap teknologi. Sementara semua calon peserta harus register via email dan di tahap ini saja sudah banyak kendala.
Banyak dari mereka yang tidak bisa melakukan registrasi, belum lagi dari segi persyaratan lain, banyak yang belum bisa memenuhi. "Harusnya ada evaluasi dulu di level DKI, sebelum program ini dinaikkan ke level pusat," ujar Firdaus.
Selama ini dalam mengembangkan ritel OKE OCE, Pemprov DKI Jakarta justru meminta bantuan kepada peritel lain yang sudah mapan, seperti Alfamart, untuk membantu mengurusi program itu. Menurut Firdaus, jika ingin membangun ekonomi masyarakat, Sandiaga harus memiliki program lain yang lebih baik dan realistis, ketimbang hanya mengusung OK OCE.
Sandi membantah OK OCE gagal dan sejumlah getahnya tutup karena bangkrut, padahal faktanya pindah tempat. "Ada di lima wilayah di Selatan ada di Cikajang. Di sini Jakarta Timur (Cakung), Jakarta Barat yang di Pejaten yang banyak diisukan tutup itu sebenarnya pindah tempat karena sistemnya adalah kontainer," jelas Sandi.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
