
KOTOR: Sejumlah mahasiswa UB membersihkan sampah di kawasan Pantai Sendang Biru, Minggu (19/8).
JawaPos.com – Kepedulian masyarakat akan lingkungan sekitar terutama terkait persoalan sampah perlu ditingkatkan. Padahal selain membuat lingkungan lebih sehat, kebersihan lingkungan dirasa lebih menyejukkan bagi mata yang memandang.
Hal ini terlihat di kawasan Pantai Sendang Biru, khususnya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Hanya dalam waktu sekitar satu jam, ratusan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengumpulkan sampah ratusan kilogram di kawasan Pantai Sendang Biru, Minggu (19/8).
Para mahasiswa baru, juga mahasiswa lama, masyarakat dan sivitas akademika FPIK UB itu dibagi dalam beberapa kelompok. Kemudian, mereka menyasar ke pinggir dermaga, sekitar pasar ikan. Bahkan sampah plastik yang mengapung di laut juga mereka bersihkan.
Menggunakan perahu kecil dan kayu panjang, mereka mengangkat sampah yang ada di laut. Mulai dari plastik, styrofoam, popok, kain bekas hingga potongan jaring.
Bukan hanya itu saja, bahkan salah satu kelompok menemukan oli bekas. BBM berwarna hitam pekat ini dimasukkan ke dalam kantong kresek dan dibuang ke laut.
Oli bekas ini diduga dibuang oleh nelayan Sendang Biru usai digunakan untuk mesin kapal mereka. Selain oli bekas, para mahasiswa juga mengumpulkan kantong plastik, sedotan, kaca, beling, kain bekas, jaring ikan dan beragam jenis sampah lainnya.
Total, ada 514,03 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan dari sekitar laut Sendang Biru. Sampah-sampah itu didominasi oleh plastik dan sedotan.
Dhira Kurniawan Saputra, Wakil Koordinator kegiatan menjelaskan, acara ini digelar secara nasional serentak di seluruh Indonesia. Total, ada 73 titik kawasan pesisir di Indonesia. Malang, berlokasi di Sendang Biru.
Kegiatan yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, itu dinamakan Gerakan Pandu Laut Nusantara. "Ada 73 titik di seluruh Indonesia yang menggelar aksi bersih laut secara serentak," kata Dhira, Minggu (19/8).
Dhira menambahkan, Pandu Laut Nusantara merupakan aksi komunitas lintas bidang. Instansi-instansi juga bisa melakukannya. Bentuk kegiatannya adalah, bersama lakukan aksi nyata untuk kurangi sampah masuk ke laut. Karena laut bukan tempat sampah.
Sementara itu, Dekan FPIK, Prof Happy Nur Syam mengimbau kepada masyarakat di sekitar laut agar bersama menjaga kebersihan dan kelestarian. Jika melihat sampah, Happy minta agar warga memungut. "Jaga bersama laut kita karena merupakan sumber kehidupan," katanya.
Sementara itu Rektor UB Prof Nuhfil Hanani menjelaskan, kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat. Dia berharap, di masa yang akan datang tetap dilaksanakan kegiatan semacam ini dengan kapasitas yang ditingkatkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022