
PEMERIKSAAN: Petugas dari Dispertan KPP Solo tengah melakukan pemeriksaan hewan kurban, Senin (20/8).
JawaPos.com - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Solo menemukan sejumlah hewan kurban jenis sapi yang sakit. Mulai dari sakit kulit, demam, mata dan juga yang mengalami diare. Dispertan pun meminta kepada penjual sapi agar mengobati sapi-sapi tersebut sebelum menjualnya kepada pembeli.
Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan secara acak yang dilakukan oleh Dispertan KPP Solo di sejumlah lokasi penjualan hewan kurban, Senin (20/8). Dan salah satu yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah depot hewan kurban Sidomukti yang ada di Pajang, Laweyan, Solo.
Kepala Dispertan KPP Solo, Wenny Ekayanti menjelaskan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan terhadap hewan kurban tidak lain untuk memastikan kesehatan hewan kurban.
"Pemeriksaan yang kami lakukan mulai dari kesehatan kulit, mata, dan juga menghitung jumlah giginya. Untuk hewan kurban yang sehat sudah terlihat saat diamati dari luar saja," terang Wenny di sela pemeriksaan.
Hewan yang sehat, lanjut Wenny salah satunya bisa berdiri tegak dan tidak gemetar. Sedangkan untuk pemeriksaan lebih detail yakni melihat matanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan mata hewan kurban sehat dan tidak belekan. Kemudian untuk kondisi giginya, Wenny mengungkapkan harus sudah berganti gigi dewasa.
"Dan pemeriksaan lainnya adalah dari kondisi feses atau kotorannya. Kalau kotoran hewan terlalu encer maka ada kemungkinan hewan sedang tidak sehat," katanya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim, Dispertan menemukan ada 12 hewan kurban jenis sapi yang tidak sehat. Diantaranya mengalami penyakit kulit sebanyak enam ekor, dua ekor mengalami gejala demam, dua ekor sakit mata dan dua ekor sapi mengalami sakit diare.
Dari temuan ini, Wenny meminta kepada pemilik depot untuk melakukan pengobatan terlebih dahulu sebelum menjualnya.
Pemilik depot, Manto, 53, menyambut baik pemeriksaan yang dilakukan oleh Dispertan tersebut. Dirinya juga berjanji akan mengobati sapi-sapinya sebelum menjualnya kepada pelanggan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
