Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Agustus 2018 | 04.09 WIB

Lakukan Pemeriksaan Hewan Kurban, Dispertan Temukan Sapi Sakit

PEMERIKSAAN: Petugas dari Dispertan KPP Solo tengah melakukan pemeriksaan hewan kurban, Senin (20/8). - Image

PEMERIKSAAN: Petugas dari Dispertan KPP Solo tengah melakukan pemeriksaan hewan kurban, Senin (20/8).

JawaPos.com - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Solo menemukan sejumlah hewan kurban jenis sapi yang sakit. Mulai dari sakit kulit, demam, mata dan juga yang mengalami diare. Dispertan pun meminta kepada penjual sapi agar mengobati sapi-sapi tersebut sebelum menjualnya kepada pembeli. 


Temuan ini merupakan hasil pemeriksaan secara acak yang dilakukan oleh Dispertan KPP Solo di sejumlah lokasi penjualan hewan kurban, Senin (20/8). Dan salah satu yang menjadi sasaran pemeriksaan adalah depot hewan kurban Sidomukti yang ada di Pajang, Laweyan, Solo.


Kepala Dispertan KPP Solo, Wenny Ekayanti menjelaskan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan terhadap hewan kurban tidak lain untuk memastikan kesehatan hewan kurban


"Pemeriksaan yang kami lakukan mulai dari kesehatan kulit, mata, dan juga menghitung jumlah giginya. Untuk hewan kurban yang sehat sudah terlihat saat diamati dari luar saja," terang Wenny di sela pemeriksaan.


Hewan yang sehat, lanjut Wenny salah satunya bisa berdiri tegak dan tidak gemetar. Sedangkan untuk pemeriksaan lebih detail yakni melihat matanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan mata hewan kurban sehat dan tidak belekan. Kemudian untuk kondisi giginya, Wenny mengungkapkan harus sudah berganti gigi dewasa. 


"Dan pemeriksaan lainnya adalah dari kondisi feses atau kotorannya. Kalau kotoran hewan terlalu encer maka ada kemungkinan hewan sedang tidak sehat," katanya.


Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tim, Dispertan menemukan ada 12 hewan kurban jenis sapi yang tidak sehat. Diantaranya mengalami penyakit kulit sebanyak enam ekor, dua ekor mengalami gejala demam, dua ekor sakit mata dan dua ekor sapi mengalami sakit diare.


Dari temuan ini, Wenny meminta kepada pemilik depot untuk melakukan pengobatan terlebih dahulu sebelum menjualnya. 


Pemilik depot, Manto, 53, menyambut baik pemeriksaan yang dilakukan oleh Dispertan tersebut. Dirinya juga berjanji akan mengobati sapi-sapinya sebelum menjualnya kepada pelanggan.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore