JawaPos Radar | Iklan Jitu

Diberi Bank Sampah, Warga Ingin Tambahan Uang Belanja

19 Agustus 2018, 13:39:22 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Diberi Bank Sampah, Warga Ingin Tambahan Uang Belanja
Panitia bank sampah menerima, menimbang, dan memilah sampah kardus dan botol plastik yang diserahkan warga Jalan Simo Jawar V, Simomulyo Baru RW 10 (Aryo Mahendro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahasiswa Institut Adhi Tama Surabaya (ITATS) dan sejumlah karang taruna membuka layanan bank sampah. Layanan itu terbuka bagi warga yang ingin mengubah sampah menjadi uang. 

Lokasinya, di Jalan Simo Jawar V, Simomulyo Baru (dekat Balai RW 10 Kelurahan Simomulyo Baru). Layanan menerima semua sampah kertas, kardus, botol plastik. Kecuali sampah organik. 

Ketua Penyelenggara Bank Sampah Eky Noviana mengatakan, sampah yang diserahkan warga akan dipilah dan diolah (dicacah). Hasilnya akan dijual ke pihak bank sampah di Jambangan. 

"Kami sudah sediakan 100 rekening atau buku tabungan untuk warga. Sehingga, warga dapat menabung dana hasil dari olahan sampah yang diserahkan," kata Eky ditemui wartawan di jalan Simo Jawar, Minggu (19/8). 

Eky menjelaskan, tiap gram sampah yang sudah dicacah akan dihargai lebih mahal ketimbang sampah yang tidak diolah. Ketimbang, sampah yang belum diolah, dihargai hanya Rp 1000 per gram. 

Namun, Eky tidak menyebut berapa harga sampah plastik dan kardus yang sudah diolah. "Yang jelas, harganya bisa lebih mahal dari itu. Tapi, saya belum pastikan berapa harganya saat sampahnya sudah dicacah," kata Eky. 

Karenanya, ia berharap timbul kesadaran warga untuk hidup bersih dengan mengumpulkan dan mengolah sampahnya. "Kami juga sudah sediakan mesin pencacah sampah. Kapasitasnya, maksimal 1 ton," katanya. 

Ketua RW 10, kelurahan Simomulyo Baru jalan Simo Jawar V Hariani mengatakan, pemukiman itu sebenarnya tidak terlalu kotor. Hanya saja, warga belum ada yang terpikir untuk memberdayakan sampah menjadi uang. 

"Saya harap, khususnya ibu-ibu, dapat memperoleh tambahan uang belanja. Selain membantu kebersihan lingkungan dari sampah botol plastik dan kardus bekas," kata Hariani.

(HDR/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up