
RAMAI DIBURU: Sentra makanan-minuman olahan khas Cirebon ramai dikunjungi pemudik, Senin (18/6).
JawaPos.com - Momen arus balik menjadi berkah tersendiri, khususnya para pedagang oleh-oleh di Cirebon. Sejak Sabtu (16/6) lalu, salah satu pusat oleh-oleh yakni di Pusat Grosir Cirebon (PGC) telah dipadati para pemudik yang hendak mencari oleh-oleh.
Mereka pada umumnya mencari terasi, kerupuk ikan, rebon, petis, Sirop Tjampolay, dan oleh-oleh makanan khas Cirebon lainnya. Pemudik asal Manggarai, Jakarta Selatan, Iis, 34, mengaku membeli banyak oleh-oleh khas Cirebon seperti kerupuk kulit ikan kakap, terasi, intip goreng dan sambal goreng teri untuk dibawa ke Jakarta.
"Setiap kali mudik, saya pasti bawa oleh-oleh makanan dan bumbu masakan untuk dibawa ke Jakarta. Beli banyak sebagian untuk dibagikan ke tetangga," ungkapnya ditemui di PGC, Kota Cirebon.
Musim arus balik ini, mendulang keberkahan tersendiri bagi penjual oleh-oleh khas Cirebon. Salah satunya Rudi. Pria berusia 30 tahun itu mengaku mendapat untung tiga kali lipat saat arus balik dibandingkan dengan hari biasanya.
"Saat arus balik ini, untungnya bisa sampai tiga kali lipat. Sehari setelah Lebaran, toko kami buka. Pembeli ramai terus, karena untuk oleh-oleh," ujarnya.
Oleh-oleh khas Cirebon yang paling banyak dicari di tokonya adalah kerupuk ikan, kerupuk udang, terasi, ikan asin dan cumi. Rata-rata pengunjung banyak membeli jenis oleh-oleh kisaran harga Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu. Rudi mengatakan, satu orang pembeli rata-rata menghabiskan uang Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta untuk membeli oleh-oleh.
Jenis oleh-oleh khas Cirebon yang dijajakannya yaitu Kerupuk Udang, Kerupuk Ikan, Dendeng Kakap, Sambel Goreng Teri, Petis, Kerupuk Melarat, Dendeng Lulur, Cumi, Kerupuk Kulit Ikan, Gapit, Ekado, Intip Goreng dan makanan olahan lainnya.
Tak hanya makanan, minuman olahan khas Cirebon seperti Sirop Asem Kawak, Sirop Tjampolay, dan Bandrek menjadi buruan para pelancong dari Jakarta.
"Makanan olahan itu kami menerima dari industri rumah tangga olahan makanan minuman dari warga sekitar. Peminatnya cukup banyak, bahkan ada yang kehabisan stok," katanya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
