JawaPos Radar

Kunjungan Wisman di Solok Selatan Turun Drastis

19/04/2018, 13:53 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Rumah Gadang
Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, yang menjadi salah satu wisata andalan. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), mengalami peningkatan sejak tiga tahun terakhir. Namun kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru mengalami penurunan.

Kabid Promosi Dinas Pariwisata dan Budaya Solok Selatan Yolni Hendra mengatakan, dalam tiga tahun terakhir kunjungan wisatawan terus meningkat. Utamanya wisatawan domestik. pada 2015, kunjungan wisatawan mencapai 27.500 orang. Jumlah itu meningkat pada 2016 mencapai 31.193 orang. Lalu pada 2017 menjadi 31.792 wisatawan.

Sementara kunjungan wisman justru paling banyak pada 2015. Jumlahnya 2.123 orang. Pada 2016, jumlah wisman menurun menjadi 105 orang. Selanjutnya pada 2017 tinggal 80 wisman.

"Kami terus berupaya mempromosikan potensi wisata Solok Selatan. Sejauh ini meski belum signifikan, namun menunjukkan hasil yang bagus bagi naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata," kata Yolni Hendra, Kamis (19/4).

Saat ini, Dinas Pariwisata dan Budaya Solok Selatan tengah mempersiapkan brosur dan pamflet untuk dipasang di tempat-tempat umum. Termasuk di sejumlah kendaraan dinas dan masyarakat guna menarik minat wisatawan.

Selain itu, Dinas Pariwisata dan Budaya juga sudah menjalin kerja sama dengan Hotel Indonesia Natour. Sekaligus memasang baliho besar di kawasan bandara.

"Kami berharap kunjungan wisatawan bisa meningkat setiap tahunnya. Untuk target, saat ini kami belum bisa tetapkan. Karena destinasi unggulan kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) belum direvitalisasi. Kalau revitalisasi ini selesai, mungkin kami memasang target kunjungan," tutur Yolni.

Solok Selatan merupakan sebuah daerah yang dianugerahi kekayaan alam dan budaya pontensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Seperti sumber air panas, jalur pendakian Gunung Kerinci, rumah-rumah adat dan istana raja. Kemudian jejak-jejak perjuangan pada masa penjajahan dan penyebaran agama Islam di daerah itu.

Solok Selatan bertekad menjadi daerah tujuan wisata. Utama di Sumbar. Hal ini tak terlepas dari kontur wilayah yang diberkahi berbagai destinasi wisata menawan. Baik wisata alam, budaya maupun wisata minat khusus.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria menyatakan, keseriusan pemkab membangun pariwisata lantaran sektor ini dinilai menjanjikan dalam memajukan daerah. Selain mendukung Nawacita sebagai penyumbang terbesar kedua devisa bagi negara, membangun pariwisata merupakan sebuah langkah yang tepat dalam memanfaatkan potensi daerah. "Presiden Jokowi sudah menyadari dan meminta agar pariwisata menjadi sektor unggulan terbesar nasional ke depannya," ucap Muzni.

Untuk pembenahan sejumlah obyek wisata, tahun ini Pemkab Solok Selatan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up