Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Maret 2019 | 16.40 WIB

Program Vokasi Industri Jadi Landasan Reformasi Pendidikan SMK

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai peluncuran pendidikan vokasi link and match SMK dengan Industri wilayah Jawa Barat di PT Anugerah Indofood Barokah Makmur, Kecamatan Cicurug, Sukabumi. - Image

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai peluncuran pendidikan vokasi link and match SMK dengan Industri wilayah Jawa Barat di PT Anugerah Indofood Barokah Makmur, Kecamatan Cicurug, Sukabumi.

JawaPos.com - Program vokasi industri besutan Kementerian Perindustrian, yang terhubung antara sekolah dan industri, menjadi landasan reformasi pendidikan di SMK. Program tersebut membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMK langsung terserap dunia kerja.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut sesuai atau link and match antara SMK dan industri.


“Program ini diadakan karena Presiden Joko Widodo sudah tahu bahwa lulusan SMK banyak yang tidak terserap lapangan pekerjaan,” kata Airlangga saat kunjungan ke Sukabumi, Jabar, Senin (18/3).


Menperin menyampaikan, program tersebut dapat dirasakan manfaatnya dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Sebab, siswa membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk menempuh pendidikan.


“Link and match ini kan baru dua tahun, prosesnya tidak bisa instan. Nanti tiga tahun ke depan baru terlihat hasilnya,” jelas Airlangga.


Kementerian Perindustrian, lanjut Airlangga, menargetkan penyediaan 1 juta tenaga kerja tersertifikasi sampai dengan tahun 2019. Hal itu dilaksanakan melalui 6 program utama.


Pertama, pendidikan vokasi berbasis kompetensi menuju dual system. Selanjutnya, pembangunan Politeknik di Kawasan Industri dan Wilayah Pusat pertumbuhan Industri (WPPI).


Ketiga, pengembangan program link and match antara SMK dengan Industri, hingga hari ini telah mencapai 2.604 SMK yang dimitrakan dengan 885 perusahaan industri dengan total perjanjian kerjasama sebanyak 4.971 perjanjian.


Kemudian, diklat dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja), pada tahun 2017 sebanyak 32.000 orang dan pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 72.000 orang.


Kelima, pembangunan infrastruktur kompetensi (SKKNI, LSP dan Sertifikasi Kompetensi). Terakhir, pembangunan pusat inovasi dan pengembangan SDM industri 4.0.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore