
Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di Lapas Kelas 1A Makassar, Senin (18/2).
JawaPos.com - Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) tak lagi menjadi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Sukamiskin, Jawa Barat (Jabar). Kini, IAS menjadi penghuni Lapas Klas 1A Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pemindahan lokasi penahanan IAS telah disetujui Direktorat Jendral (Dirjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Kepala Lapas Kelas 1A Makassar Budi Sarwono mengungkapkan, IAS dipidahkan sejak Sabtu (16/2). "Jadi setelah kami koordinasi dengan Kepala Lapas Sukamiskin, kemudian prosesnya langsung kami laksanakan. Mereka juga minta bantu soal transportasinya. Jadi kami jemput, baru langsung bawa ke sini," jelas Budi dalam eskpos di Lapas Klas 1A Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin (18/2).
Selanjutnya, mantan Wali Kota Makassar dua periode itu ditempatkan di kamar E, Blok Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). "Pemindahan pembinaan karena ingin dekat dengan keluarga. Tadi pagi saya tanya, karena kemarin ada mertuanya sakit. Jadi sebenarnya yang bersangkutan sudah ingin pindah. Tapi kan proses jalan, alhamdulillah disetujui. biaya pemindahan ditanggung pribadi, permohonan pribadi. Kalau dari kami, pasti alasannya keamanan," jelas Budi.
Semetara itu, IAS mengaku cukup lega setelah permintaan pemindahan yang sebelumnya memakan waktu panjang akhirnya disetujui. "Saya berterima kasih bisa diterima menjadi WBP di sini (Lapas Kelas 1A Makassar) karena biar bagaimana kalau lapas ini tidak bisa menerima, saya tidak bisa datang ke Makassar," akunya.
IAS menjabat sebagai Wali Kota Makassar periode 2004-2009. Masa jabatannya berlanjut di periode 2009-2014. IAS Tersandung kasus korupsi kerja sama Rehabilitasi, Operasi, dan Transfer Instalasi Pengolahan Air II Panaikang di PDAM Makassar periode 2007-2013.
10 Juli 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap IAS. Perkara berjalan dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta.
IAS bakal menjalani sisa masa kurungan selama empat bulan. Masa hukuman akan berakhir pada 15 Juli 2019. "Saya bersyukur bulan ini bisa pindah ke Makassar. Itu yang saya syukuri. Jadi seperti itulah, sudah bisa dekat sama keluarga, sahabat dan ebih penting lagi dekat dengan teman-teman," ucap IAS.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Mengulik Penyebab Rans Carnival Diboikot, Deklarasi Mahasewa hingga Share Revenue UMKM 20 Persen
Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Prediksi Skor Garudayaksa vs PSS Sleman: Sama-Sama Terluka, Duel Pakansari Rawan Berakhir Imbang
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
Fitrah Maulana Syukuri Debut dan Cleansheet di ACL Two Bersama Persib Bandung
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs PSS Sleman: Kejutan atau Deja vu Final Championship Musim Lalu
Prediksi Skor Dewa United vs Persija di Super League: Macan Kemayoran Amankan Poin Penting di Banten
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Sprint Race MotoGP Malaysia, Minta Maaf ke Pramac Yamaha

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022