
JERI/KALTENG POS KONDISI: Seperti inilah kondisi jembatan Tumbang Samba di Kecamatan Katingan Tengah, pasca ditabrak tongkang perusahaan PT Dwima Grup, Senin (15/4).
JawaPos.com – Sebuah tongkang bermuatan kayu log milik perusahaan HPH PT Dwima Grup, telah menyenggol tiang pancang pembangunan jembatan Tumbang Samba Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sedikitnya empat tiang pancang jembatan roboh dan dua tiang lainnya miring, akibat peristiwa yang terjadi pada, Minggu (14/4) sekitar pukul 12.00 Wib.
Informasi yang didapat Kalteng Pos (Jawa Pos Group) di lapangan, peristiwa ini terjadi ketika tongkang milik PT Dwima berangkat dari Desa Tumbang Manggu Kecamatan Sanaman Mantikei ditarik tiga kapal tunda (tugboat) Bina Banua, dengan tujuan ke Kecamatan Katingan Kuala. Untuk posisi tugboat itu sendiri, satu dari sisi hilir, satu mengimbangi bagian belakang, sedangkan satunya memantau dari sisi hilir.
Semula perjalanan berjalan dengan lancar. Entah mengapa ketika mendekati lokasi pembangunan proyek jembatan itu, tugboat tidak mampu mengendalikan tongkang tersebut. Posisi tongkang yang awalnya lurus, tiba-tiba melintang dan mendekati tiang pancang. Karena jarak sudah dekat, satu persatu tiang tersebut disenggolnya secara perlahan hingga roboh. Diduga tak terkendalinya tongkang tersebut dikarenakan arus sungai deras.
Terkait kejadian ini, Kasat Reskrim AKP Edia Sutaata mengatakan, Kepolisian sudah berkoordinasi melalui telepon kepada pihak PT Wika yang mengerjakan proyek jembatan tersebut.
"Peristiwa ini masih kami lakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan Kapten kapal serta juru pandu tongkang," katanya dikutip dari Kalteng Pos (Jawa Pos Group), Selasa (16/4).
Sedangkan untuk tongkangnya sendiri, saat ini diamankan dan ditambat di tepi Sungai Katingan Desa Petak Puti, Kecamatan Katingan Tengah. "Jadi, sekali lagi ini masih dalam penyelidikan," jelasnya.
Terpisah bagian Staf A3 PT Wika bernama Febri menjelaskan, mereka sudah melakukan pertemuan dengan pihak PT Dwima Grup terkait kerusakan tiang pancang tersebut. "Intinya, dari pertemuan kami dengan pihak Dwima, kami sudah ada kesepatan bersama untuk menyelesaikan masalah atas kejadian tersebut," ungkap Febri.
Ketika disinggung masalah kerugian, Febri mengaku tidak bisa merinci terkait kerugian patahnya tiang pancang tersebut. "Jadi, kalau sekarang kita tidak tahu kerugiannya, karena ini ada hitungan secara teknis," ucapnya.
Peristiwa seperti ini ujar dia memang sudah pernah terjadi sebelumnya sebanyak dua kali. Namun, tidak sampai separah ini dan hanya menyerempet tiang saja.
"Baru kali ini sampai ada yang patah," terangnya.
Sementara Manager PT Dwima Grup Suharsono usai pertemuan dengan PT Wika menegaskan, siap bertanggung jawab untuk memperbaiki kembali tiang pancang yang roboh tersebut. "Makanya kami lakukan koordinasi dan kami akan melakukan perbaikan. Yang jelas kami bersyukur dalam peristiwa ini tidak ada korban," tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
