Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 November 2020 | 02.45 WIB

BPBD Sleman Waspadai Potensi Erupsi Merapi ke Arah Barat

Pengungsi erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Victorianus Sat Pranyoto/Antara - Image

Pengungsi erupsi Gunung Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Victorianus Sat Pranyoto/Antara

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta tetap mewaspadai potensi arah luncuran awan panas di sisi barat. Meskipun selama ini, kecenderungan aliran lava dominan ke selatan melalui Sungai Gendol.

”Kami tetap mewaspadai potensi luncuran lava Merapi di arah barat. Karena saat guguran beberapa waktu lalu juga mengarah barat ke Sungai Senowo, Magelang. Sehingga potensi mengarah ke Sungai Boyong di Sleman tetap ada,” kata Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Kabupaten Sleman Joko Lelono seperti dilansir dari Antara di barak pengungsian Glagaharjo, Sleman, Senin (16/11).

Menurut dia, saat ini rekomendasi dari BPPTKG Jogjakarta masih untuk tiga dusun di selatan Gunung Merapi, yakni Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Dusun Srunen di Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan. ”Kami sudah ada data by name untuk tiga dusun tersebut. Saat ini, warga yang telah diungsikan merupakan kelompok rentan di Dusun Kalitengah Lor,” terang Joko Lelono.


Dia mengatakan, untuk wilayah di bagian barat Merapi meliputi Dusun Turgo, Ngandong, dan Kemiri di Kapanewon Pakem, kemudian di Tunggularum, Kapanewon Turi. ”Kami sudah memiliki semua data penduduk di kawasan rawan bencana erupsi Merapi tersebut. Hanya saja untuk wilayah Kaliurang di Kapanewon Pakem belum ada. Kami kesulitan dalam pendataan karena tidak ada jejaring di Kaliurang,” ujar Joko Lelono.

Joko mengatakan, untuk dua dusun di Kapanewon Cangkringan yang juga masuk dalam rekomendasi BPPTKG yakni Dusun Kaliadem di Kelurahan Kepuharjo dan Dusun Pelemsari di Kelurahan Umbulharjo saat ini kondisinya sudah kosong. Warga sudah tinggal di hunian tetap (huntap).
”Di dua dusun tersebut sudah kosong, sudah tidak ada hunian permanen. Tinggal kandang ternak saja,” terang Joko Lelono.

Dia menjelaskan, untuk pengungsian warga di Turgo, Ngandong, maupun Tunggularum, saat ini belum dilakukan. Masih menunggu rekomendasi dari BPPTKG dan perintah dari kepala Pelaksana BPBD Sleman.

”Namun saat ini semua sudah siap, jika sewaktu-waktu harus evakuasi warga. Kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada warga, dan mereka juga sudah siap mengungsi. Termasuk telah mengemas surat-surat penting dan lainnya dalam satu tas yang mudah dibawa,” tutur Joko Lelono.

Kegiatan pengungsian warga di kawasan rawan erupsi Merapi tersebut harus sudah dilakukan sebelum status aktivitas Gunung Merapi naik menjadi awas. ”Sebelum status awas semua harus sudah clear dan seluruh warga di kawasan rawan sudah diungsikan. Kami telah menyiapkan 12 barak pengungsian mulai dari wilayah timur, tengah maupun barat. Saat ini kami fokus dengan apa yang direkomendasikan BPPTKG,” ujar Joko Lelono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore