
EVAKUASI KORBAN: Tim SAR menurunkan korban dari KN SAR Pacitan di dermaga Pelabuhan Banggai Laut, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/9).
JawaPos.com - Dunia pelayaran Tanah Air belum lepas dari musibah. Kapal tenggelam dan terbakar kerap terjadi. Terakhir yang dialami KM Fungka Permata V. Dari kasus ini diketahui persoalan pelayaran belum kunjung direformasi.
KM Fungka Permata V yang diketahui berlayar dari Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara itu ditengarai membawa penumpang melebih dari yang tertulis di manifes.
Dari 146 penumpang dan kru terdata, hanya 101 orang yang masuk manifes. Perinciannya, 91 penumpang dan 10 kru kapal. Kapolres Banggai Laut AKBP Idham Mahdi kepada Radar Sulteng (Jawa Pos Group) tadi malam (15/9) mengatakan, dari 146 orang itu, sebanyak 126 dapat diselamatkan. Sedangkan korban meninggal mencapai 12 jiwa.
"Yang belum ditemukan delapan orang," kata Idham. Idham menambahkan, pencarian 8 korban kapal bakal dilanjutkan hari ini. Sebab, tadi malam cuaca tidak bersahabat.
Kapal tersebut berangkat dari Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Lalu, ke Pelabuhan Banggai Laut, Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk transit. Tujuan akhirnya, Pelabuhan Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Fungka Permata V terbakar pada Jumat (14/9) pukul 16.45 Wita. Persisnya di perairan laut wilayah Desa Togong Sagu, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut.
Kapal seberat 221 GT tersebut mampu menampung 235 penumpang. Di luar keterangan Idham, kabar tentang jumlah pasti penumpang dan kru Fungka Permata V masih simpang siur.
Berdasar informasi Andi Sulistiyono, nakhoda KM Fungka Permata V, misalnya, terdapat total 113 penumpang dan kru. Ada pula yang menyebut, berdasar manifes, jumlah pe numpang mencapai 102 orang.
Juli lalu kesimpangsiuran jumlah penumpang juga mengemuka saat KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. Ratusan nyawa hilang tak ditemukan dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Direktur KPLP Di rektorat Perhubungan Laut Junaidi menyatakan, penyebab kebakaran masih terus diselidiki. "Kami mengerahkan satu unit kapal KPLP milik UPP Banggai untuk ikut mengevakuasi para penumpang kapal Fungka Permata V yang terbakar tersebut," ujarnya kepada Jawa Pos.
Menurut Idham, evakuasi 126 korban selamat dilakukan tim gabungan dan para nelayan setempat. Yang kebetulan berada di sekitar lokasi yang berjarak 4-5 jam perjalanan laut dengan menggunakan speedboat dari Pelabuhan Banggai itu.
Di sekitar lokasi kejadian juga tidak terdapat jaringan komunikasi dan internet. Komunikasi hanya dapat menggunakan radio kapal.
Di Pelabuhan Banggai telah di siapkan 4 unit tenda evakuasi dari dinas sosial setempat dan 1 unit tenda Palang Merah Indonesia (PMI). Selain itu, tersedia 5 unit ambulans, kantong jenazah, dan obat-obatan dari dinas kesehatan setempat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
