
Petugas membawa logistik Pilkada Surabaya 2020 ke TPS, Rabu (9/12). Didik Suhartono/Antara
JawaPos.com - Rekapitulasi suara secara berjenjang masih berlangsung. KPU belum menetapkan siapa pasangan calon kepala daerah yang terpilih. Di Pilkada Sumbar, terdapat dua daerah yang berpotensi bermuara sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen mengatakan, pihaknya masih menunggu laporan dari Panwaslu di sejumlah kabupaten kota. Penghitungan suara pun masih berlangsung secara berjenjang di daerah. Baik di kecamatan sampai tingkat kabupaten kota.
Dari hasil pemantauan beberapa hari terakhir, dia menyebut, ada kemungkinan pilkada tingkat kabupaten atau kota berpotensi masuk ke MK. Pasalnya selisih suara pemenang dengan calon di bawahnya sangat tipis. Terutama yang berselirih suara 1 sampai 2 persen. Dari pantauan potensi itu terjadi di Kabupaten Sijunjung dan Pasaman Barat. "Ini hasil pantauan sementara, bisa saja nanti berubah pada penetapan di tingkat KPU," ungkap Surya Efitrimen kepada JawaPos.com, Senin (14/12).
Pantauan JawaPos.com dari situs sirekap, terdapat beberapa daerah yang memiliki selisih suara yang cukup ketat. Untuk Pasaman Barat, paslon nomor urut 4 Yulianto-Syafrial mendapat suara 28.427 (30 persen) lalu disusul paslon nomor urut 1 Hamsuardi-Risnawanto meraih 28.254 (29,8 persen). Sementara data TPS yang sudah terinput 567 dari 1034 TPS (54,84 persen)
Baca juga: Ketatnya Kejar-kejaran Angka di Pemilihan Gubernur Kalsel
Di Sijunjung selisih suara terbanyak dengan paslonnya sekitar 3 persen. Paslon Benny Dwifa-Iraddatillah mendapat 27.351 (25,1 persen), lalu diikuti paslon Hendri Susanto-Indra Gunalan 24.294 (22,3 persen). Jumlah TPS yang sudah terinput datanya 523 dari 524 TPS atau 99,81 persen.
Baca juga: Kepala Daerah Muda Dituntut Hadirkan Gagasan-Gagasan Baru
Di Kabupaten Solok, paslon nomor urut 2 Epyardi Asda-Jon Firman Pandu bersaing ketat dengan paslon nomor 1 Nofi Candra-Yulfadri. Epyardi Asda-Jon Firman Pandu memperoleh 40.337 (36,3 persen) dan Nofi Candra-Yulfadri 39.717 (35,7 persen). Sementara data TPS yang sudah masuk 637 dari 960 TPS (66,35 persen).
Surya Efitrimen menegaskan situasi pilkada di Sumbar relatif aman. Semua protokol kesehatan terlaksana dengan baik. Secara politik tergantung dengan hasil penetapan di KPU. Baik KPU kabupaten/kota dan provinsi.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=M_SAdKr0qg0

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
