JawaPos Radar

Kesal Kerap Dipalak, Sopir Jenazah Tabrak Preman hingga Tewas

13/09/2018, 15:53 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kesal Kerap Dipalak, Sopir Jenazah Tabrak Preman hingga Tewas
Dua dari tiga supir ambulans pelaku pembunuhan dua warga Padang saat diamankan di Polresta Padang, Kamis (13/9) (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Dua dari tiga orang sopir ambulans yang menabrak pengendara sepada motor hingga tewas diringkus jajaran Polresta Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pelaku diamankan petugas di daerah Indrapura, Kabupaten Pesisir Selatan.

Kedua pelaku yang ditangkap adalah Alex Kendedes dan Afriadi. Sedangkan pelaku lain berinisial CD belum tertangkap. Hingga kini, polisi masih terus memburu pelaku yang sudah menghilangkan dua nyawa manusia di Kota Padang itu.

Kapolresta Padang Kombes Yulmar Try Himawan mengatakan, ketiga pelaku terlibat kasus pembunuhan yang menewaskan korban Taufik Hidayat, 33, dan Roya, 19. Peristiwa maut terjadi Senin (10/9) malam di kawasan Sawahan Dalam, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Saat itu, para pelaku menabrakkan mobil ambulans yang dikendarainya ke dua korban yang tengah mengendarai sepeda motor. "Dua pelaku kami amankan sehari setelah kejadian," kata Kombes Yulmar Try Himawan saat menggelar jumpa pers di Mapolresta Padang, Kamis (13/9).

Dari hasil penyidikkan, terang Kapolres, para pelaku sengaja menabrakkan mobil ambulans ke arah kedua korban. Diduga, aksi itu dipicu unsur sakit hati lantaran sering dipalak korban saat mengangkut jenazah.

"Korban sering meminta uang kepada para pelaku (sopir ambulans) ini sebesar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu yang disebutnya jatah preman. Kejadian ini diduga kuat pembunuhan berencana," terang Yulmar.

Bahkan, kata Kapolres, usai menabrakkan ambulans hingga menjatuhkan korban, para pelaku ini juga turun dari mobil, lalu mengeroyok kedua korban. Pelaku memukul korban dengan kayu dan linggis hingga kedua korban tewas terkapar di jalan.

"Ambulans ini milik swasta. Masyarakat yang memerlukannya menghubungi tersangka. Nah, setiap tersangka dapat sewa itu (pengangkutan jenazah/orang sakit) korban selalu memalaknya. Jadi, motif pembunuhannya diduga karena sakit hati," terang Kapolres.

Atas perbuatan itu, para pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dengan ancaman hukuman 20 tahun kurungan penjara hingga seumur hidup. "Kasus ini masih kita kembangkan. Termasuk mengejar satu tersangka lain," tuturnya.

(ce1/rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up