
ILUSTRASI: Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
JawaPos.com - Sumatera Barat (Sumbar) layak diperhitungkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Ranah Minang diprediksi masih menjadi lumbung suara bagi bakal Calon Presiden Pabowo Subianto.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Sumbar Wiztian Yutri mengatakan, kecenderungan suara Jokowi naik di Pilpres 2019 memang sangat besar. Terlebih Jokowi sering datang ke Sumbar saat menjadi Presiden RI.
Jokowi pernah berkunjung ke Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Dharmasraya dan sebagainya. Ditambah dengan pernyataan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang mendukung Jokowi.
Namun demikian, Jokowi belum tentu menang di Sumbar. Sebab berdasarkan angka capaian Pilpres 2014, Jokowi hanya mendulang suara 23,88 persen alias kalah telak dengan Prabowo.
"Belum ada data yang menang karena menyerang. Sebaliknya, banyak menunjukkan yang menang karena diserang dari delapan penjuru angin," kata Wiztian pada JawaPos.com, Senin (13/8).
Sebagai petahana, Jokowi dielukan di tengah hujatan dan serangan. Namun untuk wilayah Sumbar, potensi Prabowo untuk mengulang kesuksesan Pilpres 2014 dan menumbangkan Jokowi masih sangat tinggi. "Kalau toh ada kenaikan tidak akan signifikan," terang caleg PAN untuk DPRD Sumbar Dapil II Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman itu.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memang sempat menyampaikan kekagumannya dalam beberapa kali sambutan saat kunjungan Jokowi. Irwan menebar kekagumannya kepada Jokowi dengan beberapa kali tulisan di media massa.
Kendati begitu, publik Sumbar mengetahui bahwa Irwan Prayitno tetap politikus PKS yang sukses memimpin tim Prabowo di Ranah Minang pada Pilpres 2014.
"Kami yakin sikap politik IP (Irwan Prayitno) pada Pilpres 2019 tetap berada di posisi partainya, PKS," tandas mantan Ketua Departemen Komunikasi Relawan Jokowi-JK Sumbar di Pilpres 2014 itu.
Di sisi lain, Wiztian Yutri berpandangan bahwa Jokowi ngebet ke Sumbar bukan semata-mata memburu suara. Namun lebih mengejar image. "Ranah Minang adalah negeri kelahiran sejumlah pendiri negara, dan orang Minang ada di seluruh Nusantara yang dikenal sebagai perantau tangguh," tutup Wiztian.
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Najmuddin Rasul mengatakan, pemilih di Ranah Minang cenderung rasional dalam menentukan sikap untuk memilih calon pemimpin. Tak terkecuali saat memilih presiden dan wakil presiden.
Menurutnya, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar dengan semua proyek infrastruktur yang dibawanya tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019. "Sampai kini, masyarat Sumbar masih dominan mendukung Prabowo," tukas Najmudin saat dihubungi JawaPos.com via telpon, Minggu (12/8).
Bahkan, Najmudin sempat melakukan polling melalui media sosial (medsos). Hasilnya, 90 persen pemilih di Sumbar menjatuhkan dukungan pada Prabowo. "Sampai kini, pemilih Jokowi di Sumbar masih rendah," terang Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan itu tanpa merincikan sampel polling medsos yang dilakukannya.
Berbagai alasan rasional yang dipaparkan pemilih Sumbar terhadap sosok Jokowi. Mulai dari banyaknya janji kampanye Jokowi yang tak kunjung terlaksana. Misalnya, nilai tukar rupiah Rp 10 ribu per dolar AS, lapangan pekerjaan, dan tenaga kerja asing. Semua nyaris tidak terpenuhi di pemerintahan Jokowi.
"Warga Sumbar itu rasional dan Prabowo mampu membangun isu rasional. Begitu juga ekonomi. Makanya sampai saat ini, Jokowi masih di bawah kalau di Sumbar," tegasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
