
ILUSTRASI. Seorang anak menjadi sasaran emosi orang tuanya. Tubuhnya melepuh terbakar.
JawaPos.com - Seorang ibu asal Sangihe berinisial OG ditetapkan sebagai tersangka karena diduga membakar anak kandungnya sendiri. Kasus pembakaran itu terjadi pada Rabu (12/9), di Kampung Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara.
Kasat Resrim Iptu Denny Tampenawas mengatakan, OG ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
"Akhirnya OG yang tak lain ibu kandung korban, ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya ditingkatkan ke sidik," tegas Tampenawas, dikutip dari Manado Post (Jawa Pos Group), Kamis (11/10).
Kendati berstatus tersangka, OG tidak langsung ditahan. Tampenawas mengatakan, penahanan terhadap OG menunggu proses pemeriksaan selesai.
Namun, tambahnya, jika ada pembuktian yang cukup atau lebih banyak lagi, akan dilakukan penahanan terhadap tersangka. Diberitakan sebelumnya, seorang siswi kelas IV SD Pintareng berinisal JAGM ditemukan dalam keadaan terbakar di dalam dapur rumah, Rabu (12/9) pukul 07.30.
Menurut keterangan saksi Magdalena Bawengeng, 70, warga setempat, awalnya saksi bersama tersangka pagi itu hendak memasak makanan. Saat itu tersangka menanyakan keberadaan pisau dapur kepada anak-anaknya, korban dan DM, 7. Namun, kedua anaknya mengaku tidak tahu.
"Saat itu dia (tersangka, Red) langsung memarahi kedua anaknya," cerita saksi.
Kemudian, pukul 07.30 saksi melihat kedua anak ini hendak mengambil piring untuk makan. Namun dilarang oleh tersangka. Tersangka pun mengambil pelepah kelapa yang sudah kering, dan langsung memukul kedua anak tersebut secara bergiliran.
"Setelah itu, dia mengambil sebuah ember yang berisi minyak tanah dan menyiramkan minyak tersebut kepada kedua anaknya. Saya saat melihat langsung ketakutan sehingga langsung pergi dan duduk di teras rumah. Saat itu Kesi dan Dev saya dengar masih menangis," tuturnya.
Tak berselang lama, saksi mendengar anak-anak SD berteriak dari arah jalan bahwa bocah kelas 4 SD tersebut sedang terbakar di dapur rumah. Hal itu terlihat karena samping dapur rumah korban terlihat jelas dari jalan raya.
Saksipun masuk ke dapur dan melihat korban sudah duduk di kursi plastik dan hampir seluruh tubuhnya menderita luka bakar. "Ketika saya sampai, saat itu ibu korban sementara menggosokkan buah tomat ke badan Kesi," ungkap Magdalena.
Mengetahui kejadian itu, Kapitalaung (Kepala Desa) Pintareng Rine Tumei datang ke rumah dan membawa korban ke Puskesmas Pintareng.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
