
JAGA KETAT: Penggeledahan oleh KPK di sejumlah dinas yang ada di Kabupaten Malang, Kamis (11/10).
JawaPos.com – Upaya penggeledahan terus dilakukan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Malang. Kamis (11/10), Komisi Anti Rasuah tersebut giliran mengobok-obok kantor Dinas Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Malang yang berada di Jalan Trunojoyo, Kepanjen.
Setidaknya selama 2,5 jam, sejak sekitar pukul 16.30 WIB, petugas KPK memeriksa tempat tersebut. Kepala Dinas Keswan Nur Cahyo menjelaskan, selama penggeledahan, KPK hanya melihat dokumen-dokumen yang ada di dinasnya. "Ya biasa lihat dokumen itu saja," kata Cahyo.
Dia menjelaskan, dokumen yang diperiksa oleh KPK mencakup kegiatan mereka. Berkas yang diperiksa juga mulai dari tahun 2011-2018. Cahyo menegaskan, tidak ada berkas yang dibawa oleh KPK. Soal barang juga dia tegaskan tidak ada yang dibawa.
Dia juga menambahkan, hampir semua ruangan diperiksa oleh KPK. Bahkan, Cahyo mengaku dirinya serta beberapa kadisnya juga sempat dimintai keterangan oleh anggota lembaga anti rasuah itu. "Ya itu, soal kegiatan dan anggaran. Anggarannya yang di kegiatan itu," tegas dia.
Sebelumnya, Juru bicara KPK Febri Diansyah, menyebut, sejumlah penggeledahan dilakukan untuk pengembangan kasus yang ada di Malang. Meskipun mengaku melakukan penggeledahan untuk pengembangan perkara, Febri tidak bisa menyampaikan informasi resmi soal penyidikan.
"Penyidikannya belum bisa kami sampaikan saat ini karena masih diperlukan sejumlah tindakan awal di penyidikan tersebut," beber Febri melalui pesan singkat yang diterima JawaPos.com, Rabu (10/10).
Belakangan diketahui, penggeledahan ini terkait dengan kasus dugaan korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011. Dana pendidikan ini diduga terdapat penyelewengan. Misalnya saja pembangunan dan perbaikan sejumlah SD dan SMP. Juga soal pengadaan mebel dan alat peraga.
Bahkan, atas kasus ini, Bupati Malang Rendra Kresna sudah mengaku sebagai tersangka oleh KPK. Dia disangkakan menerima gratifikasi dari rekanan pekerja proyek. Proyek pembangunan sejumlah sekolah itu bersumber dari DAK. Kabarnya, jumlah gratifikasi yang didapatkan Rendra mencapai Rp 600 juta.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
