
Karhutla yang terjadi di OKI
JawaPos.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus meluas di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, jumlah lahan yang terbakar saat ini sudah mencapai 482 hektar.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori mengakui, memang saat ini kebakaran terus meluas. Tercatat, total lahan yang sudah terbakar yakni seluas 482 hektar di dua daerah, yakni di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel.
Dari total lahan yang terbakar tersebut, paling besar yakni berada di OKI. Dimana lahan terbakar kebanyakan di daerah yang sama seperti di Kawasan Desa Kayu Labu, Kecamatan Pedamaran Timur, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel, Desa Cinta Jaya Kecamatan Pedamaran, OKI, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI, Sumsel.
"Lahan di daerah OKI ini memang lahan gambut," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (7/8).
Ia mengaku, pihaknya sudah berulang kali mencoba memadamkan dan berhasil. Namun, titik api kembali muncul dan menyebabkan api kembali membesarlalu membakar lahan tersebut.
Karena itu, saat ini tim darat terus melakukan pembasahan di lokasi yang telah berhasil dipadamkan. Agar kondisi lahan basah hingga ke permukaan paling bawah."Selain mengerahkan tim darat untuk pembasahan, satgas karhutla juga melakukan pembasahan dari udara melalui waterboombing," terangnya.
Selain mencatat total lahan yang terbakar, pihaknya juga mencatat jumlah hotspot yang terjadi selama tahun 2018. Tercatat saat ini titik hotspot mencapai 396 titik. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 dan tahun 2017. Namun, menurun dibandingkan tahun 2015 lalu.
Sebaran hotspot yang paling tinggi, yakni berada di OKI dengan jumlah mencapai 93 titik. Selain itu, upaya waterboombing yang telah dilakukan sejak 9 Maret hingga 3 Agustus tercatat sebanyak 3.805 kali dengan menggunakan air sekitar 12.473 ton air yang dibawa 8 helikopter.
"Untuk personel yang diturunkan yakni sebanyak 8.444 personel gabungan dari sejumlah instansi terkait," ujarnya.
Ia berharap, dengan upaya yang terus dilakukan ini, bencana asap akibat karhutla tidak terjadi mengingat Palembang merupakan tuan rumah Asian Games. "Saat ini, kami juga mendapatkan data ISPU bahwa indeks udara di Palembang masih berada dibawah angka 50. Artinya kondisi udara di Palembang masih baik," tutupnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
