Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Juli 2021 | 17.50 WIB

Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta Bentuk Satgas Oksigen

KEBUTUHAN VITAL: Pengisian tabung gas oksigen di Manggarai, Jakarta, kemarin (27/6). Permintaan tabung oksigen baru maupun pengisian tabung oksigen meningkat menyusul lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS) - Image

KEBUTUHAN VITAL: Pengisian tabung gas oksigen di Manggarai, Jakarta, kemarin (27/6). Permintaan tabung oksigen baru maupun pengisian tabung oksigen meningkat menyusul lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

JawaPos.com–Pemerintah Daerah Istimewa Jogjakarta segera membentuk satuan tugas (satgas) oksigen. Satgas memiliki tugas memastikan ketersediaan tabung oksigen di provinsi tersebut.

”Saya sudah minta Asisten II untuk memimpin Satgas Oksigen,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jogjakarta Kadarmanta Baskara Aji seperti dilansir dari Antara di Kompleks Kepatihan, Jogjakarta.

Menurut Aji, ada dua organisasi perangkat daerah yang akan menjadi penggerak utama Satgas Oksigen yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogjakarta. ”Nanti leading-nya ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Dinas Kesehatan,” ujar Aji.

Seperti diketahui sejumlah rumah sakit, termasuk di Jogjakarta sempat kesulitan mendapatkan tabung oksigen. Mereka bahkan harus mencari hingga keluar pulau.

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Jogjakarta Mohammad Komarudin menjelaskan, pada pekan lalu pasokan oksigen menipis. ”Beberapa waktu lalu kita ketar-ketir dengan pasokan oksigen. Bahkan Sabtu, Minggu, sampai Senin, kemarin (pekan lalu) itu patokan hitungan jam,” terang Komarudin.

Karena persediaan yang mengkhawatirkan itu, pihaknya kemudian mencari oksigen ke sejumlah tempat lain, bahkan hingga ke Denpasar, Bali. ”Kita ngangsu (ngangkut), ke mana pun yang penting dapat. Kami mendatangkan ada suplier baru, tidak hanya PT Samator. PT Samator terbatas harus berbagi dengan berbagai rumah sakit,” tutur Mohammad Komarudin.

”Kita datangkan dari Surabaya bahkan Denpasar. Satu truk dari Denpasar 202 tabung dan konsentrat dari Surabaya. Ini untuk back up,” kata Mohammad Komarudin.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan telah menjamin ketersediaan oksigen dengan meminta pengalihan 90 persen produksi oksigen untuk kebutuhan medis.

”Terkait ketersediaan oksigen, kami sudah meminta kepada Menteri Perindustrian agar memerintahkan para produsen oksigen mengalokasikan 90 persen produksinya untuk kebutuhan medis,” terang Luhut dalam keterangan pers terkait pelaksanaan PPKM darurat secara virtual, Kamis (1/7).

Oleh karena itu, dia meminta masing-masing provinsi membentuk satgas yang memastikan ketersediaan oksigen, alkes, dan farmasi yang berkoordinasi langsung dengan Menkes jika terjadi kesulitan pasokan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore