Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Agustus 2018 | 22.50 WIB

KPPU Medan Endus Pengaturan Harga Ayam

Kepala Kantor KPPU Medan Ramli Simanjutak bersama Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah (kiri) saat sidak di Pasar Raya Padang, Rabu (1/8). - Image

Kepala Kantor KPPU Medan Ramli Simanjutak bersama Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah (kiri) saat sidak di Pasar Raya Padang, Rabu (1/8).

JawaPos.com - Sejak tiga pekan terakhir, kenaikan harga ayam dan telur terus menjadi polemik. Lonjakan harga kedua bahan pangan itu nyaris terjadi di seluruh pasar tradisional di Indonesia.


Kondisi ini yang kemudian mendasari petugas Kantor Perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Sidak menyasar berbagai lapak pedagang. Mulai dari pedagang telur ayam hingga pedagang ayam potong.


"Persoalan ini biasanya jelang Lebaran lebih ketat. Namun malah terjadi setelah Lebaran. Ada yang bilang ayam dan telur naik karena faktor naiknya harga pakan," kata Kepala Kantor KPPU Medan Ramli Simanjutak usai melakukan sidak di Pasar Raya Padang, Rabu (1/8).


Sebelum menuju Pasar Raya Padang, KPPU Medan sudah melakukan sidak ke Aceh dan Kota Medan. Hasilnya, ditemukan kenaikan harga yang cukup tinggi. "Setelah kami cek, harga ayam di Pasar Raya Padang berada di angka Rp 24 ribu hingga Rp25 ribu per kg. Ini sudah menurun. Tapi harga telur masih tinggi, berada di Rp 15 ribu sampai Rp16 ribu per kg," ungkapnya.


KPPU Medan cukup penasaran dengan penyebab kenaikan tersebut. Berdasarkan analisis, kenaikan pakan hanya berkisar di angka Rp 100 hingga Rp 200 per kg. Dengan begitu, jelas tidak sebanding biaya produksi dengan kanaikan harga di pasaran.


Dari sidak beberapa pasar di tiga Provinsi, KPPU Medan mengendus adanya indikasi pelanggaran dan pengaturan harga. "Apakah ini terjadi di pabrikan ataupun agen, semua sama saja. Melanggar kami tindak. Ini yang kami telusuri, ada pengaturan atau tidak," tegasnya.


Sementara itu, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menambahkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan distributor begitu terjadi kenaikan harga. "Kami cek penyebab kenaikan. Dengan upaya intensif, harga bisa kami turunkan dengan kesepakatan," jelas Mahyeldi yang turun melakukan sidak di Pasar Raya Padang.


Terkait adanya indikasi permainan agen soal ketersediaan pasokan, Pemkot Padang akan menindaklanjuti. "Kami punya tim pengawasan. Kami akan laporkan jika indikasi itu ditemukan," terangnya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore