JawaPos Radar

Gubernur Mengaku Sulit Ungkap TKA Ilegal

01/08/2018, 20:30 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
tka ilegal, tenaga kerja asing, tka ilegal morowali
Ilustrasi: tenaga kerja. Gubernur Sulteng mengaku kesulitan mengungkap keberadaan TKA Ilegal di wilayahnya. (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) terus menjadi perhatian pemerintah daerah setempat. Gubernur Sulteng Longki Djanggola pun mengaku curiga dengan adanya TKA ilegal yang masuk ke Morowali. Namun, kata dia, yang menjadi masalah ialah belum ada yang bisa membuktikan hal tersebut.

“Persoalan mencurigai, saya juga sama, mencurigai. Tapi untuk membuktikannyakan sulit,” kata Longki sebagaimana dikutip dari Radar Sulteng (Jawa Pos Group), Rabu (31/7). Isu masuknya TKA ilegal di PT IMIP yang terletak di Kabupaten Morowali sudah lama tersiar. Tapi sejauh ini belum ada yang bisa membuktikan hal tersebut. Kendati demikian, yang paling mendekati ialah temuan Ombudsman RI yang menyebutkan di PT IMIP Morowali TKA juga melakukan kerja-kerja kasar. Salah satunya sebagai sopir angkutan berat.

Baru-baru ini, untuk membuktikan kebenaran isu TKA ilegal yang masuk ke Morowali, Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf melakukan kunjungan di Morowali. Bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulteng, Abd Razak sidak yang dilakukan di IMIP juga tidak menemukan fakta adanya TKA ilegal.

Untuk membuktikan keberadaan TKA ilegal, lanjut Longki, tidaklah mudah. Bahkan kata mantan Bupati Parigi Moutong ini, sudah beberakali inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan namun tidak menemukan kebenaran isu yang beredar tersebut.

Longki menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi sepihak yang beredar. Sebab, kata dia, upaya-upaya juga telah dilakukan pemerintah untuk mengawasi masuknya TKA yang tidak resmi. “Katanya ini. Itu sih katanya yah. Tapi coba lihat ke dalam,” sebutnya.

Sementara Kepala Nakertrans Provinsi Sulteng, Abd Razak yang dihubungi media ini, Senin (30/7), menyebutkan, saat Sidak bersama Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf, pihaknya tidak menemukan adanya TKA ilegal.

“Kita masuk ke tempat makan. Masuk ke tempat makan untuk tamu, makan untuk TKA, dan makan untuk tenaga kerja lokal. Kalau yang kita lihat, itu yang punya skil,” sebut Razak.

Razak juga mengaku masuk ke ruang monitoring. Di ruangan itu hanya terlihat TKA skill yang memberi pelatihan kepada para tenaga kerja lokal. Razak menyebutkan saat ini ada 2.353 TKA di 12 perusahaan yang bernaung di PT IMIP. Seluruh TKA itu ditegaskannya yang memiliki skil. “Data ada 2.353 TKA di 12 perusahaan. Itu yang memiliki skill,” pungkasnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up