JawaPos Radar

11 Retakan Tanah Terdeteksi di Dusun Melempo

01/08/2018, 14:15 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Gempa Lombok
BANTUAN: Relawan saat merawat para korban usai gempa di Lombok. (Dok. ACT for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gempa bumi menguncang kawasan Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) lantas melakukan pemetakan daerah terdampak gempa. Hasilnya, 11 retakan tanah terdeteksi di Dusun Malempo, desa Obel-obel Kecamatan Sambelia, Lombok Timur.

PVMBG merekomendasikan agar titik yang terjadi kerusakan tanah karena proses deformasi atau gerakan, sebaiknya tidak digunakan untuk pembangunan kembali rumah rusak berat. "Setiap retakan yang ditelusuri hasilnya, rumah terbangun rusak semua," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami PVMBG Dr Sri Hidayati saat rapat koordinasi Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Lombok di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Rabu (1/8).

Sementara hingga hari ini, data rumah rusak mencapai 5.448 unit. Jumlah rumah rusak berat dan ringan masih dalam proses verifikasi. Pemerintah akan memberikan bantuan Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, dan Rp 10 juta untuk rumah rusak sedang. Setelah proses verifikasi, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara diharapkan segera membuat surat keputusan mengenai penerima bantuan pembangunan rumah berdasarkan nama dan alamat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, bantuan kemanusiaan disepakati dalam rapat koordinasi Posko di aula Desa Sugihan, Sambelia, Lombok Timur.

Aula yang digunakan sebagai gudang logistik itu sekaligus dimanfaatkan untuk penyaluran bantuan bagi warga terdampak di Lombok Utara dan Lombok Timur. Tercatat ada 10.062 jiwa pengungsi yang tersebar di wilayah Lombok Timur.

"Bantuan terus disalurkan. Korban gempa masih memerlukan bantuan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih, permakanan siap saji, selimut, terpal, MCK, trauma healing, dan kebutuhan dasar lainnya," tandas Sutopo.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up