
Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanan (Barantan), Sri Yulianto saat melepas ekspor beras dan playwood ke Papua Nugini, Oman, dan Uni Emirat Arab.
JawaPos.com - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah Kabupaten Merauke bersinergi tingkatkan ekspor non migas. Sebanyak 12 ton beras yang berasal dari kota diujung timur negeri tersebut dilepas menuju negara Papua Nugini.
Selain itu ada juga ekspor plywood 6.126 m3 tujuan Oman dan UEA. Kepala Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanan (Barantan), Sri Yulianto mengatakan bahwa Merauke adalah salah satu lumbung padi di tanah cendrawasih.
"Diawali saat pak Mentan ekapor perdana beras ke Papua Nugini pada 2017, produksi padi di Merauke terus meningkat," kata Sriyanto melalui keterangan tertulisnya, Senin (1/4). Ia menegaskan bahwa tanah yang sangat subur di Merauke harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencari nilai tambah bagi petani.
Menurut Sriyanto, dari data yang tercatat di Barantan bahwa selain padi, Merauke juga memiliki produk unggulan ekspor diantaranya gambir, kopra dan gaharu. Potensi tersebut pada 2018 tercatat sebesar 2.646,15 ton atau senilai Rp 66 M untuk komoditas gambir.
Sementara itu untuk kopra, dalam triwulan pertama tahun 2019, tercatat 89 ton dengan nilai Rp 3,1 M. Sedangkan ekspor gaharu pada triwulan pertama juga tercatat sebanyak 6,9 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 2 M.
Secara keseluruhan, Provinsi Papua sendiri punya banyak potensi komoditas pertanian yang dapat optimalkan. Potensi tersebut menurut data Kementan, pada tahun 2018 Provinsi Papua telah melakukan ekspor komoditas pertanian dengan nilai 8.200.925,6 USD atau sekitar Rp. 114,81 M. Yang terdiri dari komoditas unggulannya diantaranya kelapa sawit, gandum, biji moster, susu, kacang mede, lemak, pakan hewan, gula tebu, kakao dan kedelai bahkan hingga komoditas tomat, cabai, jagung dan umbi kayupun diekspor hingga mancanegara.
Sriyanto menegaskan bahwa, acara pelepasan ekspor tersebut ditujukan agar masyarakat dan instansi terkait mengetahui potensi yang ada di daerahnya dan diharapkan bisa saling bahu menbahu mengangkat potensi tersebut. Barantan lewat program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Generasi Millenial Bangsa) juga menurutnya bisa membantu para calon eksportir agar dapat menyiapakan komoditasnya sesuai persyaratan SPS (sanitary dan phytosanitary) dari negara tujuan.
"Para calon eksportir dapat mengikuti berbagai pelatihan menyiapkan komoditas yang sesuai dengan persyaratan negara tujuan," jelasnya.
Muhammad Musdar, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke menambahkan pelatihan Agro Gemilang akan dilakukan oleh Karantina Merauke secara bertahap, dengan tujuan agar dapat mencetak para eksportir baru. Menurutnya pelatihan yang dilakukan bersifat terbuka dan tidak dipungut biaya.
Bahkan ia juga menjelaskan jika ada calon eksportir yang membutuhkan bimbingan khusus dapat juga melakukannya secara mandiri ke petugas atau kantor Karantina Merauke.
"Sesuai arahan bapak menteri, kita siap memberikan informasi dan bimbingan agar komoditas daerah ini bisa memberi manfaat dan nilai tambah untuk kita semua," pungkas Musdar.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
