
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memfasilitasi ekspor perdana beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia tahun 2026. (Istimewa).
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memfasilitasi ekspor perdana beras Nusantara sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan ekosistem logistik haji berbasis produk pangan nasional.
Ekspor dilaksanakan oleh Perum Bulog sebagai pelaksana teknis. Berdasarkan hasil keputusan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas), volume ekspor disesuaikan dengan jumlah jamaah haji Indonesia tahun ini yang mencapai sekitar 205.420 orang, mencakup jamaah haji reguler dan petugas.
Kementerian Haji dan Umrah menilai ekspor ini sebagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan konsumsi jemaah haji berbasis produk dalam negeri, sekaligus menjadi sarana promosi beras Indonesia di pasar internasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa ekspor perdana beras untuk jamaah haji ini merupakan terobosan penting dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi jemaah berbasis produk nasional.
“Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jemaah haji di Arab Saudi,” kata Effendi saat melepas ekspor beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3).
Pelepasan ekspor tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Anggota Komisi IV DPR RI Abdul Kharis, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Sarwo Edhy, serta jajaran direksi terkait.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan bahwa beras yang diekspor merupakan beras baru hasil panen dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang diproses langsung tanpa melalui stok gudang lama. Proses pengolahan dilakukan di empat fasilitas, yakni pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, serta pabrik Bulog di Karawang dan Subang.
“Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menyampaikan ekspor ini didukung oleh kondisi produksi dan stok nasional yang kuat. Per Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai 3,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah pada periode yang sama.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis, mengapresiasi langkah kolaboratif lintas kementerian ini. Ia berharap ekspor beras Indonesia dapat berlanjut ke negara lain.
“Ini bukan hanya memenuhi kebutuhan jemaah, tetapi juga membuka captive market beras Indonesia di luar negeri,” tegasnya.
Pengiriman beras direncanakan melalui tiga jalur pelayaran, yakni Hyundai, Wan Hai, dan Kota Sejati, dengan estimasi keberangkatan pada 7 Maret 2026 dan tujuan pelabuhan Jeddah. Pemerintah memastikan pengiriman dilakukan dengan memperhatikan kondisi geopolitik kawasan serta aspek keamanan logistik.
Ekspor beras untuk jamaah haji ini diharapkan menjadi model integrasi layanan haji dan penguatan produk nasional, sekaligus membuka peluang ekspor komersial berkelanjutan di masa mendatang.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
