
GENERASI KEDUA: Dari kanan, Tan Ting Kok dan Tan Ting Kuang, kakak beradik pengelola lama Barbershop Shin Hua Surabaya yang sudah berusia 113 tahun. (DIMAS MAULANA/JAWA POS)
Barbershop Shin Hua di Jalan Kembang Jepun Nomor 58 sudah melegenda dan menjadi salah satu yang tertua di Indonesia. Berdiri sejak 1911, tempat potong rambut di kawasan pecinan Surabaya itu terus mempertahankan eksistensinya di tangan pemilik baru.
SUGIH MULYONO, Surabaya
---
Jalan Kembang Jepun sedang bersolek jelang pembukaan lagi kawasan kota lama Surabaya. Barbershop Shin Hua juga. Ada plang nama hijau dengan aksara Han yang baru dipasang di depan gedung itu. Juga, ada renovasi seperti pengecatan ulang gedung. Tapi, konsep potong rambut itu masih tetap dipertahankan sesuai aslinya. Tetap lawas dan berkelas.
’’Jadi, secara pribadi, saya mau meneruskan untuk membuka barbershop karena ini memang merupakan warisan budaya,” kata Malik Atmadja, salah seorang investor pengelola Barbershop Shin Hua, Kamis (13/6). Sejak 2024 dia turut mengelola tempat tersebut setelah sempat vakum imbas pandemi Covid-19.
Selain itu, masa depan Barbershop Shin Hua dinilai masih amat panjang karena selaras dengan program Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kawasan kota lama. Termasuk ikon-ikon historisnya. Maka, dia pun tak ingin begitu saja meninggalkan pemilik lama.
’’Nah, di sini, kami juga tetap mengajak Akong Eddy dan adiknya menjadi bagian dari kita. Adik Akong Eddy pun masih tetap menjadi tukang potongnya di sini,’’ tutur Malik.
Eddy yang disebut Malik itu bernama asli Tan Ting Kok. Usianya 75 tahun. Sedangkan sang adik, Tan Ting Kuang alias Tejo, 67 tahun. Kakak beradik itu melanjutkan usaha yang dirintis sang ayah Tan Shin Tjo, warga Hokkiu, Tiongkok, yang merantau ke Hindia Belanda, sebutan Indonesia sebelum merdeka.
Di Shin Hua yang berarti bunga mekar itu, hingga kini sebagian besar perabotnya masih asli. Di antaranya, 12 kursi potong rambut, tempat untuk tempat mencuci rambut, hingga kipas angin di langit-langit tempat usaha di lantai 2 itu.
Ketika ditemui di lokasi, Eddy mengungkapkan bahwa dirinya mulai meneruskan usaha barbershop ayahnya itu pada 1965. Tepatnya saat masih berusia 15 tahun setelah sekolah China ditutup. Pada awal mula meneruskan usaha ayahnya tersebut, tempat barbershop-nya masih berada di bawah. Kemudian, pada 1974, baru dia pindahkan ke lantai 2 yang secara tempat sedikit lebih luas. Secara posisi, penataannya masih serupa saat di bawah. Termasuk dengan perabotnya.
’’Cuma untuk ramainya, memang ramai pada saat masih di bawah. Apalagi saat masih di-handle ayah,’’ terangnya.
Dia masih ingat beberapa pelanggan ’’besar’’ dan sudah puluhan tahun. Di antaranya, bos Gudang Garam, Dji Sam Soe, dan Bentoel Malang. ’’Sistemnya dipanggil datang ke rumahnya. Tapi, itu pas Minggu saat di sini tutup,’’ jelas Eddy.
Untuk memotong rambut, dia sudah menggunakan gunting mesin. Begitu juga saat ayahnya. ’’Gunting mesinnya masih yang jadul,” katanya. Model pangkas rambut yang digemari pelanggan, antara lain, cepak, bungdau, kare, dan model Korea. Hingga saat ini, sebenarnya dia masih suka memotong rambut. Namun, karena sudah tua sehingga saat memotong rambut, tangannya pun gemetaran.
Sesuai yang disampaikan Malik, Eddy pun tetap menjadi bagian dari Shin Hua. Bahkan, Tejo tetap ikut memangkas rambut. Karena dengan sejarah panjang sampai 113 tahun itu, sayang sekali kalau Shin Hua tutup. Setelah renovasi, Shin Hua akan buka kembali. ’’Hara``vpan kami, ini bisa mekar kembali sesuai filosofi dari namanya, kan bunga mekar,’’ ujar Malik. (gih/c7/jun)

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
