
ILUSTRASI. (BAGUS/JAWA POS)
Selain keengganan kepada akal sehat, yang sering terjadi juga adalah malfunction pendayagunaan akal, baik dalam bentuk sesat pikir maupun cacat logika. Malfunction ini bisa berjenis paralogis (terjadi karena ketidaktahuan akan cara berpikir yang benar) atau berjenis sofis (secara sengaja melakukan kesalahan dalam berpikir, dengan tujuan untuk mengubah opini demi mencapai tujuan tertentu di luar kebenaran). Malfunction bisa pula karena bias-bias sosial-budaya-politik-psikologis-sejarah bahkan ekonomi dalam berpikir.
Sebagai ilustrasi, misalnya dari tulisan-tulisan Malek Bennabi sebagaimana disinggung di awal tulisan ini. Di antara ciri masyarakat yang inferior dalam peradaban menurut beliau adalah lebih mengedepankan nalar takhayyul. Setiap fenomena dan peristiwa yang dihadapi pertama-tama selalu dikaitkan dengan hal-hal adikodrati sehingga menutup ruang untuk masuknya akal budi untuk memahami, menganalisis, dan mengelolanya secara kritis dan kreatif.
Lebih jauh, masyarakat yang belum maju juga sering kali lebih suka menegaskan pembenaran daripada mengejar kebenaran. Mereka lebih cenderung menyusun argumen untuk menegaskan bahwa apa yang mereka jalani dan lakukan selama ini sudah benar dan on the right track, sementara yang salah adalah orang lain di luar mereka, termasuk bangsa yang disebut maju itu.
Mereka juga biasanya lebih banyak bicara daripada berbuat. Mereka sibuk berwacana, beradu argumen, beradu gagasan, dan bergembira atas kemenangan semu dalam perdebatan, meskipun tidak tampak realisasi dan implementasi yang jelas dari ide-ide besar yang dipertengkarkan itu. Penggunaan akal berhenti di level teoretis-konseptual, tidak berdimensi praksis dan emansipatif.
Mengiring perkembangan teknologi-komunikasi, khususnya melalui media-media sosial, malfunction penggunaan akal tersebut semakin banyak terjadi dan menjadi massal. Ada yang terjebak dalam kedangkalan, menarik kesimpulan tanpa dasar secukupnya dengan melakukan oversimplification (menggeneralisasi masalah) atau propensity (keberpihakan). Ada yang tenggelam dalam prasangka subjektif. Ada yang hanyut oleh opini publik. Ada pula yang terpenjara oleh dogma, mitos, dan lain sejenisnya.
Menuntut Peran Media
Premis-premis yang dipaparkan di atas secara khusus mengarah kepada kesimpulan pentingnya berpikir dan kemampuan berakal sehat sebagai pijakan menuju keunggulan dalam peradaban. Dalam konteks masa kini, arena dan modal utama pengarusutamaan akal sehat tersebut tidak bisa dilepaskan dari media massa dan media sosial.
Manusia masa kini dengan dukungan teknologi informasinya tidak bisa lepas dari media massa dan media sosial. Orientasi pikiran, isi pikiran, dan jalan berpikir manusia masa kini sebagian besar difasilitasi oleh media massa maupun media sosial yang saat ini lebih mudah dan lebih efektif untuk diakses. Apakah akal sehat yang hidup ataukah malfunction dalam berpikir yang terjadi, peran media sangat besar.
Sejak lama kehadiran media massa dalam peradaban manusia telah dibebani oleh tuntutan berbagai peran, baik itu informasi, pendidikan, kritik sosial, filter moral, dan sebagainya. Tentu saja peran-peran yang dibebankan tersebut bisa dipahami mengingat posisi dan eksistensi media massa yang memang vital dalam kehidupan manusia. Meskipun demikian, suksesnya peran-peran tersebut juga bergantung pada daya olah pikir masyarakat. Semakin tinggi tingkat literasi dan akal sehat masyarakat, semakin mudah media massa mewujudkan peran ideal yang dibebankan kepadanya.
Media punya daya menyehatkan akal masyarakat dan sebaliknya, masyarakat berakal sehat akan membuat media sehat. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
