Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 17.18 WIB

Tanggal 1 Juli 1949

HISTORI: Sebagian koran berbahasa Mandarin yang terbit semasa Java Post. (FOTO: DOKUMENTASI DUKUT IMAM WIDODO) - Image

HISTORI: Sebagian koran berbahasa Mandarin yang terbit semasa Java Post. (FOTO: DOKUMENTASI DUKUT IMAM WIDODO)

Oleh DUKUT IMAM WIDODO

---

PADA zaman penjajahan Belanda, penerbitan surat kabar memang tidak dilarang, boleh-boleh saja. Akan tetapi, rambu-rambu hukum juga diperluas dan diperbanyak agar koran-koran tidak sak enak udhel-e melancarkan kritik mereka terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Reglement op de Drukwerken in Nederlandsch Indie? (Undang-Undang Tentang Percetakan dan Pers) dan Journalistische Ordonantie (Ketetapan tentang Kode Etik Jurnalistik), itulah yang disebut-sebut sebagai payung hukum.

Menguak kembali riwayat 75 Tahun Jawa Pos seakan meretas relung kehidupan, menembus cakrawala, mengurai cerita antah-berantah yang masih dikononkan, walaupun sesungguhnya itu semua pernah ada!

Kisah-kisah jadul tak terkecuali riwayat Jawa Pos, yang betapa pun dahsyatnya nilai-nilai etika dan estetika yang tersembunyi di dalamnya, masih merupakan sesuatu yang ”asing” dan ”jauh” bagi generasi muda saat ini.

Apalagi jika kita lihat generasi muda kita saat ini lebih mengagung-agungkan media sosial daripada menghargai koran atau majalah dalam negeri.

Nasionalisme The Chung Shen:

Pada tanggal 1 Juli 1949, di Surabaya telah lahir sebuah koran kecil bernama Java Post.

Pendirinya bernama The Chung Shen. Pendirian koran ini dilaksanakan sangat sederhana. Tanpa ada upacara, apalagi slametan tumpengan.

Jika dibandingkan dengan koran-koran lain yang sebelumnya sudah ada, maka Java Post tidak ada apa-apanya.

Namun, kelak sejarah membuktikan, ternyata satu per satu koran-koran itu habis riwayatnya dan tinggallah Jawa Pos yang masih bertahan hingga sekarang.

Alasan utama mengapa The Chung Shen mendirikan Java Post itu karena rasa nasionalismenya yang tinggi. Di samping itu, ia juga terilhami oleh para pemimpin redaksi bangsa Tionghoa lainnya, seperti:

Tjiok See Tjioe, Pemred koran Pewarta Soerabaja. Tjia Tik Sing, Pemred koran Perdamaian. 

Chin Pin Hung, Pemred harian De Vrije Hsin Wen dan Pemred harian Hua Chiao Hsin We Tion Sik Tiong, Pemred koran Tay Kong Siang Po. Yap A Tok, Pemred koran Tsing Kwang Daily Pres

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore