
SELALU ADA YANG BARU: Progres pemasangan papan nama Jawa Pos Arena yang menggantikan DBL Arena di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, kemarin (30/6). (FOTO: DIMAS MAULANA/JAWA POS)
JawaPos.com - Setelah melayani masyarakat selama 16 tahun, gedung DBL Arena resmi berganti nama menjadi Jawa Pos Arena. Berbarengan dengan HUT Pla tinum Ke-75 Jawa Pos, rebranding tersebut diharapkan membawa Jawa Pos Arena semakin kuat.
Direktur Graha Pena Jawa Pos Yushe Marleyna mengatakan, DBL Arena selama ini lekat dengan kegiatan anak muda. Mulai konser, kompetisi olahraga, hingga kegiatan komunitas anak muda. ”Jawa Pos Arena juga akan begitu. Branding muda dan mengikuti zaman akan tetap dijaga,” jelas Yushe kemarin (30/6).
Dia berharap image Graha Pena yang satu kompleks dengan Jawa Pos Arena juga ikut ”bertambah muda”. Yushe menyebutkan, kebutuhan gedung serbaguna kini terus meningkat. Sepanjang 2024, okupansi gedung Jawa Pos Arena sudah mencapai 85 persen. ”Jadi, kami optimistis sampai akhir tahun bisa melebihi 100 persen target kami,” tuturnya.
Kebutuhan ruangan berkapasitas besar terus meningkat. Pihaknya mencatat tingkat penyewaan pascapandemi sudah melampaui masa sebelum pandemi. Dia yakin perubahan nama bakal membawa brand image yang lebih kuat dan profesional. ”Apalagi dengan nama Jawa Pos yang masih kuat di Jawa Timur dan nasional,” tegas Yushe.
General Manager PT Graha Pena Jawa Pos Wiwik Sunariyadi menuturkan, pengelola sengaja memanfaatkan masa pandemi untuk perbaikan gedung dan fasilitas. Pihaknya memastikan tampilan Jawa Pos Arena kini lebih segar. Peng guna bakal lebih nyaman lantaran jumlah fasilitas se perti toilet sudah ditambah.
Wiwik mengatakan, pihaknya mulai membidik banyak kegiatan berskala nasional hingga internasional. Terutama di bidang olahraga. Bukan hanya basket, melainkan juga voli dan futsal. ”Terdekat, kami bakal menerima kegiatan Men’s Asian Volleyball U-20 Championship (Kejuaraan Voli Asia U-20),” tutur Wiwik.
Wiwik menjelaskan, kapasitas Jawa Pos Arena masih optimal. Yaitu, 5.000 orang untuk tribun dan 1.000 kursi untuk atrium lantai 1. ”Kalau standing seperti wedding bisa 2.000 orang,” ucapnya. (dya/c19/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
