
Ilustrasi
KADO kenaikan tarif atau harga tiap awal tahun tak terjadi pada 2018. Pemerintah memastikan tak ada kenakan tarif dasar listrik dan harga BBM pada Januari hingga Maret tahun depan. Tarif setrum sama dengan periode tiga bulan terakhir. Sedangkan harga eceran premium tetap Rp 6.550 per liter di wilayah Jawa, Madura, dan Bali, serta Rp 6.450 per liter di luar kawasan itu. Sedangkan harga solar Rp 5.150 per liter.
Keputusan tersebut tentu melegakan di tengah lesunya daya beli masyarakat yang sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Masyarakat yang sudah terimpit pengeluaran rutin bulanan listrik dan BBM pun bisa mengalokasikan dananya untuk kebutuhan lain. Setidaknya untuk mengantisipasi bila kenaikan pendapatan pada tahun depan tidak signifikan.
Meski bagi masyarakat cukup melegakan, keputusan tersebut bagi PLN dan Pertamina tentu kurang menggembirakan. Sebab, itu berarti dua perusahaan energi pelat merah tersebut harus melakukan efisiensi untuk menutup potensi penerimaan dari kenaikan tarif listrik dan harga BBM. Dalam penjelasannya, PLN akan melakukan efisiensi di semua lini operasi. Mulai efisiensi pemeliharaan; penggunaan bahan bakar utama, yaitu BBM dan batu bara; hingga pemilihan kualitas bahan bakar. Pertamina juga akan mengubah model bisnis.
Tentu hal tersebut harus menjadi perhatian pemerintah lantaran posisi dua BUMN itu strategis. Jangan sampai kebijakan di satu sisi malah merugikan. Bisa jadi, dalam jangka panjang, operasional dan kondisi keuangan bakal terganggu. Pada tahap berikutnya, pasti berpengaruh pada APBN lantaran BUMN cukup signifikan menyumbang penerimaan pajak dan dividen.
Karena itu, diperlukan win-win solution bagaimana caranya tidak menaikkan tarif dan harga, tapi di sisi lain tetap menjaga kinerja BUMN. Dengan meracik kebijakan yang pas, beban masyarakat akan berkurang dan korporasi tetap diuntungkan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022