
Ilustrasi
PERTIKAIAN politik di DPR makin tidak bermutu. Setya Novanto (Setnov), ketua DPR yang kini meringkuk di tahanan, mewariskan jabatannya ke anggota DPR separtainya, Aziz Syamsudin. Seakan-akan jabatan Ketua DPR adalah barang milik pribadi yang bisa dialihkan ke siapa yang disuka.
Ayolah, sesekali bertindak yang bermartabat. Malulah pada rakyat yang diwakili. Para wakil rakyat yang dipilih lewat pemilu yang menghabiskan Rp 16,2 triliun terkesan tak mencerminkan keadaban Pancasila. Musyawarah dan mufakat yang elegan tak terjadi, tapi malah memperbesar cekcok.
Mustahil bila pertikaian seperti itu akibat memperjuangkan aspirasi rakyat. Malah, aspirasi rakyat yang riil seakan tak terurus. Harga bahan pokok membumbung, antre elpiji, utang negara ugal-ugalan, bencana di mana-mana, kriminalisasi kebebasan berpendapat, dan aspirasi lain seakan absen dari urusan sehari-hari para wakil rakyat.
Sejak ketuanya terjungkir akibat kasus dugaan korupsi, DPR bukannya menahan diri dan introspeksi. Tapi malah makin sengit berjibaku berebut jabatan yang ditinggalkan Setnov, baik di DPR maupun di Partai Golkar. Padahal, ketua DPR dan ketua partai terjerat tuduhan korupsi, sampai menabrak segala, sudah menunjukkan betapa rusaknya martabat kelembagaan DPR.
DPR seakan tak mampu membawa solusi buat rakyat, tapi malah sibuk menyelesaikan masalah yang mereka ciptakan sendiri. Alangkah rugi memiliki wakil rakyat yang seperti itu. Seakan mereka hadir hanya untuk diri sendiri. Rakyat yang diwakili dibiarkan mencari juru bicara lain buat mereka. Hasilnya, kebisingan politik tak ada habisnya.
Coba, sekali ini carilah ketua DPR yang bisa dideteksi kadar kepancasilaannya secara jelas. Tak hanya lantang bilang ’’Saya Pancasila…’’ eh malah terguling karena dugaan korupsi. Buatlah Pancasila benar-benar nyata di DPR. Bisa?

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
