
Ilustrasi
MENDUKUNG Palestina bukan sekadar sebuah sikap yang berdasar sentimen agama belaka. Mendukung Palestina itu berarti sebuah sikap yang konsisten dengan konstitusi kita. Juga sesuai dengan nalar akal sehat. Bahwa Palestina yang dulu negara merdeka, tercaplok, dan kini berjuang untuk kembali merdeka.
Karena itulah, dukungan terhadap Palestina tidak hanya datang dari pemimpin-pemimpin Islam. Tetapi juga pemimpin-pemimpin progresif seperti Jimmy Carter, Evo Morales, almarhum Fidel Castro, dan Hugo Chavez. Bahkan, sejumlah pemikir Yahudi sendiri pun mendukung Palestina. Di antaranya Noam Chomsky dan Hannah Arendt.
Mereka menyebut bahwa klaim Zionisme atas tanah yang dijanjikan (promised land) tak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan, mereka menganggap bahwa klaim-klaim tersebut tak lain dari pembenaran sebuah aneksasi wilayah. Seperti yang terjadi di Benua Amerika beratus tahun yang lalu.
Maka, pernyataan sepihak Presiden AS Donald Trump yang mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Israel bermakna sangat dalam. Semua tahu bahwa Trump melakukan itu hanya untuk meraih dukungan lobi Yahudi yang kuat di politik AS. Di mana, posisi Trump sekarang begitu terjepit dalam jagat politik AS. Dia bisa mengalami pemakzulan jika lanjutan penyelidikan senat soal keterlibatan Rusia dalam kampanye Trump di pilpres AS lalu terbukti.
Namun, dimensi pernyataan itu menjadi sangat luas. Mengakui hal tersebut sama dengan mengakui sebuah pencaplokan ilegal. Sejarah menunjukkan bahwa Israel ada setelah kaum Yahudi yang dimotori gerakan Zionis memanfaatkan situasi kacau pasca-PD II. Dengan memainkan isu holocaust, ada semacam pemakluman ketika orang-orang Yahudi bermukim di Palestina.
Tanpa banyak yang bisa mencegah, kelompok pemukim Yahudi menjadi kuat dan tiba-tiba saja mengklaim sebuah wilayah yang membelah Palestina menjadi dua kawasan kecil. Jalur Gaza di sebelah barat dan Tepi Barat di sebelah timurnya.
PBB bukannya tak bertindak. Sejumlah resolusi pun telah jatuh untuk Israel. Namun, tanpa sponsor utamanya, AS, PBB tak ubahnya seperti macan ompong. Israel terus saja melanjutkan kegiatan pemukiman ilegal dan terus menjauh dari road map perdamaian konsep two state solution.
Untuk itu, tidak ada cara lain untuk menghentikan semua itu kecuali dengan terus meningkatkan tekanan internasional. Sudah tepat sikap keras pemerintah kita untuk memprotes pernyataan Trump. Yang perlu dilakukan adalah terus meningkatkan tekanan internasional. Bisa melalui demo, bisa melalui boikot, dan bisa dengan apa saja sesuai kemampuan kita.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
