Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juni 2020 | 12.56 WIB

Penumpang KRL Antusias Jalani Rapid Test di Stasiun Bogor

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor pada Jumat (26/6). Riza Harahap/Antara - Image

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan rapid test di Stasiun Bogor pada Jumat (26/6). Riza Harahap/Antara

JawaPos.com–Penumpang kereta commuter line atau kereta rel listrik (KRL) antusia mendaftar dan menjalani rapid test yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan di Stasiun Bogor pada Jumat (26/6) sore. Penumpang KRL yang baru tiba di Stasiun Bogor mulai sekitar pukul 16.30 WIB, ketika diberi tahu sejumlah petugas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bogor segera beramai-ramai mendaftar untuk menjalani rapid test.

Apalagi ketika pengelola Stasiun Bogor mengumumkan melalui pengeras suara. Sehingga, lebih banyak lagi penumpang KRL yang pulang kerja dari Jakarta dan tiba di Stasiun Bogor mendaftar untuk menjalani rapid test. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan banyak meja dan kursi untuk pelaksanaan rapid test dan swab test di Stasiun Bogor. Untuk kebutuhan tersebut, Dinas Kesehatan Jawa Barat juga menyiapkan sekitar 500 kit rapid test serta ratusan kit swab test.

Lokasi pelaksanaan rapid test di teras stasiun yang space-nya cukup luas yakni sekitar 15x20 meter dan menyediakan kursi untuk daftar tunggu cukup banyak. Penumpang KRL mendaftar dengan mengisi formulir yang telah disediakan, di antaranya nama, alamat, usia, jenis kelamin, dan nomor kontak. Kemudian menjalani tes dengan pengambilan sampel darah yang dimasukkan dalam kit rapid test. Peserta tes kemudian menunggu di kursi tunggu sekitar 15 menit. Peserta yang hasil tesnya negatif atau sehat, segera dipanggil dan diberikan surat kesehatan sehat.

Seorang warga Cianjur bernama Dadang, 55, mengatakan, akan berangkat ke Batam, Kepulauan Riau, pada akhir pekan ini. ”Saya sekarang akan berangkat ke Jakarta dan kebetulan ada rapid test gratis. Saya ikut untuk mendapatkan surat keterangan sehat,” kata Dadang seperti dilansir dari Antara.

Seorang warga Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, Rima Cahyani, 30, yang bekerja di perusahaan swata di Jakarta mengatakan, sudah aktif bekerja lagi ketika Gubernur DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) transisi pada awal Juni lalu. ”Saya berangkat kerja pergi dan pulang setiap hari menggunakan moda transportasi KRL. Kadang-kadang pada jam sibuk penumpang sangat ramai,” kata Rima.

Rima melihat ada pelaksanaan tes swab gratis sehingga mendaftar untuk memastikan dirinya sehat. ”Saya ingin tes rapid tapi harus ke rumah sakit. Kebetulan ini ada tes rapid dan gratis,” kata Rima.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Siska Gerfianti mengatakan, masyarakat saat ini sudah lebih peduli dengan kesehatannya. Sehingga, antusias untuk mengikuti rapid test. ”Saya melihat animo masyarakat untuk mengikuti rapid test sudah luar biasa, baik di Kota Bandung maupun di luar Kota Bandung,” ujar Siska.

Menurut Siska, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan rapid test di Stasiun Bogor dan Stasiun Bojonggede, sasarannya untuk mengetahui pemetaan penyebaran Covid-19 di moda transprotasi KRL. ”Dari hasil rapid test dan swab test ini akan diketahui, apakah moda transportasi KRL sudah aman dan apakah sudah dapat ditingkatkan kapasitas angkutnya,” terang Siska.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=FzrDA730B8M

 

https://www.youtube.com/watch?v=f554UbJS4Fc

;

https://www.youtube.com/watch?v=hMO48-gB5WI

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore