Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 15.38 WIB

Bukan Pertama Kali, Pelaku Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah Pernah Teror RT di Tempat Tinggalnya

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Personel Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Aparat kepolisian tidak hanya mengungkap identitas pelaku ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi bernama Maulana Yunus alias MY. Penyidik juga membeber rekam jejak pria berusia 34 tahun tersebut. Ternyata, MY bukan pertama kali menebar ancaman bom. Hal serupa pernah dia lakukan terhadap RT di lingkungan tempat tinggalnya.

Fakta itu terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap MY pada Senin (13/7). Tidak lama setelah mengirim pesan berisi ancaman bom, polisi langsung mengamankan pelaku. Kepada penyidik kepolisian, MY mengaku pernah melakukan hal serupa jauh sebelum mengirim pesan ancaman bom kepada guru dan petugas tata usaha SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

”Yang bersangkutan juga pernah mengirimkan WA (ancaman bom) yang sama ke ketua RT-nya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin dikutip pada Selasa (14/7).

Pasca menerima pesan berisi ancaman bom, ketua RT setempat menghubungi MY dan langsung mengajak bicara untuk mencari tahu alasan yang bersangkutan mengirim pesan tersebut. Tidak ada laporan kepolisian atas peristiwa itu. Namun, ancaman serupa kembali dikirimkan kepada pihak SDN Srengseng Sawah 15 Pagi hingga akhirnya dibuat laporan kepolisian.

Setelah diamankan dan menjalani pemeriksaan, Iman menyampaikan bahwa pelaku tidak memiliki motif lain saat mengirim pesan bernada teror kepada guru dan petugas tata usaha di sekolah tersebut. Meski begitu, polisi tidak serta merta menerima penjelasan dari MY. Penyidik dari Polda Metro Jaya maupun Polres Metro Jaksel tetap melakukan pendalaman.

”Untuk motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan, yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,” kata Kombes Iman.

Agar dapat mencari tahu lebih jauh, Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. Mereka ingin menggali lebih dalam latar belakang MY sekaligus untuk memastikan tidak ada kaitan antara pelaku dengan jejaring teroris.

”Sedang kami dalami terus dari penyidik berkoordinasi dengan Densus 88 Antiteror,” imbuhnya.

Selain itu, Tim Gegana Brimob bersama Densus 88 Antiteror Polri sudah menyisir seluruh area sekolah dan tidak menemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan. Fakta itu tidak sesuai dengan ancaman yang dikirimkan oleh pelaku pagi tadi.

Ancaman Bom Diterima Guru dan Petugas Tata Usaha Saat MPLS

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore