
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal saat mengintrogasi pemilik Wedding Organizer (WO) Marwah. (Instagram @alfianurrizal.id)
JawaPos.com - Aksi penipuan Wedding Organizer (WO) bodong terjadi Jakarta Timur. Sebanyak 58 pasangan calon pengantin harus menelan pil pahit setelah uang pernikahan mereka yang bernilai miliaran rupiah raib dibawa kabur oleh pengelola WO Marwah.
Saat ini, pasangan suami istri (pasutri) yang menjadi otak kriminal di balik WO tersebut telah diringkus pihak kepolisian. Polres Metro Jakarta Timur bergerak cepat setelah menerima rentetan laporan dari para korban yang hancur rencana pernikahannya.
Skala penipuan WO Marwah ini tergolong masif. Berdasarkan penyelidikan polisi, jumlah korban diprediksi akan terus bertambah karena posko pengaduan masih dibuka.
Dampak psikologis dan material yang dialami para korban sangat besar. Banyak dari mereka yang terancam gagal bersanding di pelaminan karena modal nikah mereka ludes tanpa sisa.
"Berdasarkan data sementara hasil pendataan dan laporan yang diterima, tercatat sebanyak 58 calon pengantin diduga menjadi korban. Dari jumlah tersebut, 2 pasangan telah melaksanakan pernikahan namun tidak memperoleh fasilitas sesuai yang dijanjikan, sedangkan 56 pasangan lainnya belum dapat melaksanakan acara pernikahan yang telah direncanakan," ujar Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal dalam unggahan media sosialnya dikutip Minggu (31/5).
Hingga kini, pihak penyidik masih mengaudit aliran dana dari total puluhan korban yang sudah resmi terdata. Angka kerugian yang terkumpul dari sebagian korban saja sudah menyentuh jumlah yang sangat fantastis.
"Hingga saat ini, dari 24 korban yang telah terdata, total kerugian yang dilaporkan mencapai sekitar Rp 2.658.885.000. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendataan dan pemeriksaan terhadap korban lainnya yang masih berlangsung," lanjutnya.
Aparat kepolisian langsung bergerak melakukan penangkapan setelah mengantongi bukti-bukti kuat. Pelaku utama yang mengelola WO Marwah di kawasan Jakarta Timur tersebut ternyata adalah sepasang suami istri berinisial RM dan ER.
"(Keduanya) Sudah tersangka," terang Alfian.
Penangkapan pasutri ini menjadi titik awal bagi para korban untuk menuntut keadilan. Fokus polisi saat ini adalah melacak aset dan ke mana saja uang miliaran rupiah milik korban dialirkan oleh kedua pelaku.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
