Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 22.05 WIB

Dolar Melejit: Pengunjung Mal Jakarta Menurun 20 Persen saat Weekdays, FJGS 2026 Diharapkan Mampu Jaga Roda Ekonomi Tetap Berputar  

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 sekaligus Ketua Dewan Penasihat APPBI DKI, Ellen Hidayat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 sekaligus Ketua Dewan Penasihat APPBI DKI, Ellen Hidayat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Pusat-pusat perbelanjaan di Jakarta mulai merasakan efek domino dari lonjakan harga barang pokok yang dipicu oleh melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Kondisi tersebut memicu fenomena baru di mana pengunjung mal menurun saat weekdays atau hari kerja. Masyarakat kini cenderung lebih selektif dalam membelanjakan uang mereka dan memilih menahan diri dari aktivitas hiburan di tengah pekan.

 

Karyawan Pilih Bawa Bekal, Trafik Mal Anjlok hingga 20 Persen

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 sekaligus Ketua Dewan Penasihat APPBI DKI, Ellen Hidayat, mengungkapkan bahwa penurunan jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan di hari kerja sudah sangat terlihat.

"Memang terjadi penurunan traffic di pusat belanja sebagian besar ya, itu kurang lebih antara 15 sampai 20 persen pada saat weekdays. Saya katakan weekdays. Tapi untuk weekend, itu bisa tinggi sekali ya, lebih tinggi dari biasanya. Terjadi suatu keanehan sedikit, tetapi dibilang aneh juga tidak," ujar Ellen Hidayat dalam konferensi pers FJGS 2026, Rabu (20/5).

Menurut analisisnya, fenomena ini terjadi karena perubahan perilaku konsumen, terutama para pekerja kantoran yang kini lebih hemat. "Ya mungkin semua karyawan-karyawan juga menahan diri, yang biasanya kalau bekerja 5 hari, 5 hari makan di pusat belanja, sekarang mungkin cuma 2 hari, yang lainnya mungkin bawa dari rumah. Itu yang saya dengar. Kemudian tentu juga yang lain-lainnya begitu, kalau tidak penting tidak ke pusat belanja," katanya.

 

Efek Domino Dolar AS Nyaris Rp18.000 dan Harga Pangan Melejit

Penurunan trafik belanja di hari kerja ini tidak lepas dari tekanan ekonomi makro. Ellen menyebutkan bahwa nilai tukar Dolar AS yang melonjak tinggi berdampak langsung pada harga barang di pasar dan memotong daya beli masyarakat untuk kebutuhan sekunder.

"Tentu pendapatan masyarakat masih stabil, katakan demikian ya selama memang masih mempunyai pekerjaan itu stabil. Untuk naik mungkin agak sulit. Pintar-pintarnya semua masyarakat menyiasati sekarang ya," jelasnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore