Ilustrasi Kopdes Merah Putih. (Istimewa)
JawaPos.com - Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Kalibaru, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang sempat viral karena tampak sepi aktivitas. Belakangan terungkap, koperasi itu bukan bagian dari pembangunan KDMP versi PT Agrinas Pangan Nusantara yang baru berjalan di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tangerang, Rd. Anna Ratna Maemunah menyebut pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) versi Agrinas di Kabupaten Tangerang baru berjalan di 16 titik.
“Info terakhir dari Kodim di Kabupaten Tangerang baru dibangun (KDMP) 16," kata Anna kepada Jawapos.com, Jumat (15/5).
Adapun di Desa Kalibaru, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang sempat viral karena ada bangunan Kopdes yang sepi dari aktivitas bisnis, menurut Anna itu bukan dibangun di oleh Agrinas, melainkan swadaya masyarakat.
Anna menjelaskan, koperasi tersebut berdiri sejak Juni 2025 dan telah memiliki Administrasi Hukum Umum (AHU). Menurut dia, koperasi itu merupakan bagian dari 274 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
“Kalau koperasi kan serentak. Waktu Juni 2025 sudah berdiri, sudah ada AHU-nya, Administrasi Hukum Umumnya. Jadi pendiriannya sudah jelas semua,” ujarnya.
Anna mengatakan, pemerintah daerah telah memfasilitasi legalitas koperasi mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga NPWP. Namun dalam perjalanannya, koperasi tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait modal dan minimnya minat masyarakat menjadi anggota maupun pengurus.
“Tapi memang dengan segala keterbatasan. Karena kan koperasi itu butuh modal. Kemudian juga menarik anggota kan nggak mudah,” katanya.
Menurut Anna, pengurus koperasi bekerja secara swadaya dan tidak menerima gaji. Hal itu berbeda dengan Business Assistant atau PMO yang disebut mendapat bayaran dari pemerintah pusat.
“Kalau koperasi KDMP (Desa Kalibaru, Pakuhaji) itu benar-benar swadaya masyarakat. Jadi keinginannya masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, koperasi tersebut sebelumnya sempat menjalankan usaha sembako dan elpiji. Namun seiring berjalan, pendapatannya menurun hingga akhirnya sejumlah pengurus memilih mundur.
“Penurunan, penurunan dia. Makanya yang sekarang pengurus males tuh, ah nggak untung ngapain gitu, makanya mereka memilih mundur,” kata Anna.
Dinas Koperasi kini tengah melakukan pembinaan dan monitoring terhadap koperasi tersebut sejak akhir Februari 2026. Salah satu persoalan yang dihadapi ialah mencari pengurus baru karena harus melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus).
“Itu yang masih jadi PR kami juga karena susah nyari orang yang mau jadi pengurus koperasi tuh, nggak pada mau,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
