
Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memberikan klarifikasi tegas mengenai temuan kasus Hantavirus di ibu kota. Meski dunia sedang menyoroti wabah serupa di kapal pesiar MV Hondius, Dinkes DKI memastikan temuan di Jakarta tidak berkaitan dengan klaster internasional tersebut.
Sejak awal tahun hingga Mei 2026, tercatat ada empat kasus Hantavirus di Jakarta. Dari jumlah tersebut, tiga pasien dinyatakan telah sembuh total, sementara satu orang lainnya masih berstatus suspek.
”Bukan (klaster kapal pesiar). Itu kasus yang kita monitor sepanjang tahun,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati di DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5).
Baca Juga:Truk Tambang Parung Panjang Mendadak Ramai Usai Bupati Rudy Susmanto Minta KDM Buka Kembali Tambang
Ani menegaskan, kasus yang muncul di Jakarta merupakan hasil pemantauan rutin dan bukan bagian dari penularan luar negeri. Hal ini menepis kekhawatiran masyarakat terkait dampak evakuasi kapal pesiar yang sedang viral di Inggris.
Ani juga menjelaskan bahwa Hantavirus bukan penyakit baru. Pemerintah terus melakukan monitoring setiap tahun karena virus ini bersifat endemis dan ditularkan melalui vektor hewan, khususnya tikus.
Berbeda dengan hantavirus Andes (AND) di Amerika Selatan yang bisa menular antar manusia, varian Hantavirus yang ditemukan di Indonesia sejauh ini hanya menular dari hewan ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan sisa metabolisme tikus yang terinfeksi.
”Penularannya melalui tikus; air liur, air seni, kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia atau kemudian debunya terhirup oleh manusia,” jelas Ani.
Dia menambahkan, sejauh ini, varian yang menular antarmanusia (Andes) belum ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, risiko utama tetap berasal dari lingkungan yang tidak higienis dan populasi tikus yang tidak terkendali.
Meskipun mayoritas pasien di Jakarta hanya mengalami gejala ringan, Dinkes DKI tetap menerapkan prosedur penanganan yang ketat. Pasien yang berstatus suspek tetap harus menjalani isolasi di ruangan khusus untuk mencegah potensi penularan lebih luas.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
