
Pedagang menjual ayam potong di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (7/3/2022). Kenaikan harga daging ayam dari harga Rp.35 ribu menjadi Rp. 38 ribu per kilogram disebabkan permintaan konsumen yang tinggi dan terbatasnya stok ayam pada peternak. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Kabar baik bagi warga Jakarta. Perumda Dharma Jaya bergerak menormalisasi harga ayam hidup di tingkat hulu. Langkah ini diambil setelah ditemukannya pedagang eceran yang menjual ayam hingga Rp45.000 per kg akibat tingginya harga pasokan dari penyewa di RPH Pulogadung.
Melalui kolaborasi bersama Satgas Saber Pelanggaran Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dharma Jaya langsung melakukan pengawasan ketat dan sosialisasi di lapangan. Hasilnya, harga jual ayam kini mulai stabil dan selaras dengan regulasi pemerintah.
Manajemen Perumda Dharma Jaya telah menerbitkan surat resmi terkait ketentuan harga jual. Langkah persuasif ini dilakukan untuk mendorong para penyewa penampungan ayam di RPH Pulogadung agar menurunkan harga jual mereka sesuai aturan yang berlaku.
Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman menjelaskan, dialog intensif dengan para mitra penyewa telah membuahkan hasil positif bagi stabilitas pangan di Jakarta.
"Kami mengedepankan kolaborasi dan komunikasi dua arah. Setelah dilakukan sosialisasi dan dialog yang mendalam, terjadi penyesuaian harga yang signifikan. Harga ayam di tingkat pedagang eceran yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp45.000 per kg, kini berhasil ditekan ke kisaran Rp38.500 hingga Rp40.500 per ekor," ungkap Raditya.
Komitmen Stabilkan Harga Jelang Idulfitri
Penurunan harga ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Keputusan Kepala Bapanas Nomor 529 Tahun 2024. Tujuannya jelas: memastikan pedagang eceran bisa menjual daging ayam kepada masyarakat dengan harga yang wajar dan terjangkau.
Raditya menegaskan bahwa fungsi kontrol terhadap mitra penyewa lahan di RPH Pulogadung akan terus diperketat agar tidak ada lagi harga yang melampaui acuan pemerintah.
"Kami tidak mentoleransi adanya harga yang melampaui acuan pemerintah di wilayah operasional kami. Sinergi antara BUMD dan para penyewa ini diharapkan menjadi jaminan bagi warga Jakarta bahwa stok protein hewani tersedia dengan harga yang wajar dan terkendali," terangnya.
Ke depannya, pengawasan harian di seluruh RPH akan diperketat guna memastikan kepatuhan harga tetap terjaga, terutama menjelang masa Idulfitri mendatang.
