Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2026 | 21.56 WIB

Libur Lebaran 2026: Transjakarta Tambah Bus ke Ancol, TMII, hingga PIK!

Sejumlah armada Transjakarta terparkir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Jumat (23/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah armada Transjakarta terparkir di Jalan Daan Mogot, Jakarta, Jumat (23/01/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com-Kabar gembira bagi warga Jakarta yang ingin liburan Lebaran tanpa pusing memikirkan macet dan parkir. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan menambah armada bus ke destinasi wisata populer di ibu kota sepanjang libur Lebaran 2026.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi membanjiri lokasi favorit keluarga. Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menuturkan, penguatan armada akan difokuskan pada rute menuju kawasan wisata ikonik.

"Jadi ke Ancol, kemudian juga ke Taman Mini, Ragunan, mungkin juga PIK, karena sudah ada rute PIK. Ini adalah nanti rute-rute yang mungkin kita akan perkuat armadanya," ujar Welfizon, Rabu (4/3).

Welfizon mengungkapkan keempat lokasi ini konsisten menjadi magnet warga Jakarta dan sekitarnya setiap masa liburan tiba. Penambahan bus ini diharapkan meningkatkan kenyamanan penumpang dengan waktu tunggu di halte yang tetap singkat.

Dengan jumlah bus lebih banyak, diharapkan tidak terjadi penumpukan penumpang berlebihan. Selain rute dalam kota, Transjakarta juga memantau kebutuhan layanan TransJabodetabek, seperti rute ke Alam Sutera dan Bogor.

"Kita akan lihat 'demand'-nya dan nanti kita akan sesuaikan jumlah armadanya sesuai kebutuhan," katanya.

Satu hal paling dinantikan adalah kebijakan tarif gratis. Pemprov DKI Jakarta berencana menggratiskan seluruh layanan transportasi umum—MRT, LRT, JakLingko, hingga Transjakarta—tepat pada hari pertama Lebaran.

Namun, ada catatan teknis menarik soal sistem pembayaran yang perlu diketahui masyarakat. Meski gratis, saldo kartu Anda akan terpotong Rp1.

"Jadi begini, di sistem Transjakarta, MRT dan lainnya itu, kalau Rp0 tetap harus ada nilainya. Makanya dibuat jadi Rp1. Sebenarnya Rp1 dan Rp0 itu tidak ada bedanya bagi penumpang," jelas Welfizon.

Sistem kartu uang elektronik membutuhkan angka nominal agar transaksi diproses teknis. "Karena tetap harus ada rupiah yang terbaca dan terpotong di sistem, maka Rp0 dikonversi jadi Rp1," terangnya.

Dengan fasilitas ini, masyarakat diimbau beralih ke transportasi publik demi mengurangi kepadatan lalu lintas di titik wisata selama libur panjang. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore