
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto saat ditemui di Jakarta, Senin (17/4/2023). ANTARA/Walda
JawaPos.com - Pemprov DKI mendorong tiga BUMD pangan Jakarta untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang Imlek, Ramadhan, dan Idulfitri 2026. Mulai dari Perumda Pasar Jaya, Perumda Dharma Jaya, dan PT Food Station Tjipinang Jaya diposisikan sebagai garda terdepan pengendali inflasi Ibu Kota.
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Uus Kuswanto menuturkan, rangkaian hari besar keagamaan nasional (HBKN) yang dimulai dari Imlek, Ramadan hingga Idulfitri menjadi momentum krusial yang membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah. Pasalnya, Jakarta tidak hanya memenuhi kebutuhan warganya, tetapi juga menjadi pusat mobilitas masyarakat dari daerah penyangga.
‘’’Jakarta ini menjadi pusat aktivitas. Saat hari besar, konsumsi meningkat. Karena itu, Pemprov harus memastikan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dan harga tetap terkendali,” ujar Uus di Balai Kota, kemarin (11/2).
Menurut dia, BUMD pangan bukan sekadar operator distribusi, melainkan instrumen strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Karena itu, koordinasi lintas BUMD terus diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan harga maupun kekosongan pasokan saat permintaan meningkat.
“BUMD pangan ini menjadi salah satu tameng kita dalam mengendalikan kebutuhan pokok warga. Jangan sampai ada ‘kagetan’ ketika Ramadan atau Idulfitri tiba. Tidak ada alasan kebutuhan masyarakat tidak terpenuhi,” tegasnya.
Sejumlah langkah antisipatif disiapkan, antara lain bazar murah, program pangan bersubsidi bagi kelompok tertentu, kampanye belanja bijak untuk mencegah panic buying, serta penguatan program urban farming.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengungkapkan pihaknya berhasil meredam potensi mogok pedagang daging sapi di pasar-pasar Jakarta melalui koordinasi cepat dengan dinas terkait dan pelaku usaha. Menurutnya, perseroan bergerak sigap ketika muncul rencana aksi mogok yang berpotensi mengganggu distribusi dan memicu gejolak harga.
“Alhamdulillah, saat ada rencana mogok berjualan daging sapi, kami bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami duduk bersama untuk mencari solusi terbaik agar situasi tidak berlarut-larut,” ujarnya.
Di bawah arahan Pemprov DKI, Dharma Jaya bersama para pemangku kepentingan mengatur pembagian peran guna memastikan distribusi tetap berjalan dan harga terkendali. “Kami berbagi peran, melihat apa yang bisa kami lakukan untuk Jakarta. Tujuannya satu, supaya distribusi tetap aman dan harga tetap terkendali,” tandasnya. Sebagai BUMD DKI, lanjutnya, Dharma Jaya tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mengemban tanggung jawab menjaga ketahanan pangan, terutama saat terjadi potensi gangguan di lapangan.(rya/)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
