
Photo
JawaPos.com – Sejak September 2018, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kini bisa membawa anak balitanya sambil bekerja. Hal ini setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan untuk menyediakan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Belajar Balai Kota yang menerima jasa penitipan anak.
Saat JawaPos.com datang untuk melihat-lihat beberapa waktu lalu, Bale ini sangat baik untuk anak-anak bisa mengeksplor diri. Pengajar-pengajar yang menjaga anak pun dapat dikatakan terampil.
Fasilitas yang ditawarkan di Bale Belajar ini adalah permainan bola, motor-motoran, peralatan masak anak, ruang tidur, loker tempat penyimpanan, kamar mandi beserta wastafel cuci tangan anak, meja belajar, dan area bebas anak untuk bermain.
Kepala Sekolah TPA Bale Belajar Balai Kota Nining Taskini menjelaskan daycare di Balai Kota ini merupakan ide dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tujuannya untuk memudahkan para ASN dalam menitipkan anak-anak mereka, selama bekerja.
Photo
Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Belajar Balai Kota. (Dok JawaPos.com)
“TPA Negeri Bale Belajar Balai Kota ini adalah idenya dari Pak Gubernur, ini fasilitas untuk para ASN Balaikota yang punya balita supaya tidak sulit apabila bekerja, sehingga bisa dititip,” kata Nining kepada JawaPos.com saat ditemui beberapa waktu yang lalu.
Nining menjelaskan pada dasarnya seluruh pengajar sudah akrab dan dekat dengan anak, sehingga terbiasa untuk menangani berbagai perilaku anak. Nining menyatakan para orangtua tidak perlu khawatir sat menitipkan anaknya.
“Jadi kami semua-semuanya sendiri, ya kayak ngerawat anak cucu sendiri. Tim pengajar di sini pegawai negeri yang dipekerjakan, ditugaskan ke sini, honornya ya dari pemerintah seperti pegawai negeri. Pengajar di sini baru berempat,” ungkap dia.
Adapun anak-anak yang boleh dititipkan di TPA, harus berumur 2-6 tahun. Tidak hanya bermain, anak-anak pun akan mendapatkan jadwal yang tersusun dan sedikit pengajaran seperti di TK sehingga mereka bisa merasakan bermain sambil belajar.
“Kegiatannya ada bermain, belajar, snack pagi, abis itu belajar lagi terus makan siang, lalu anak-anak tidur menjelang sore anak-anak bangun kembali, mandi, snack sore terus siap-siap pulang,” tutur Nining.
Nining pun menyampaikan fasilitas ini gratis, tidak ada biaya apapun yang dibebankan untuk para orang tua. Hanya, Nining meminta agar setiap keperluan anak baik snack, makan siang, bahkan baju salin wajib dibawa.
Menurutnya, satu pengawas hanya boleh memegang maksimal 3 anak, agar pengawasan dapat lebih fokus. Mengingat anak-anak dalam masa pertumbuhan sangatlah aktif.
Adapun pengajaran yang diberikan, jelas Nining, adalah karakter, pembiasaan di rumah. Bahkan Nining dan pengajar lain berinisiatif membuat alat peraga untuk belajar matematika, bahasa dan seni. Nining menambahkan, ke depan anak-anak akan disediakan untuk belajar IPA.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
