Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Oktober 2019 | 20.11 WIB

Ide Anies Buat TPA Negeri Bale Belajar Balai Kota

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Sejak September 2018, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta kini bisa membawa anak balitanya sambil bekerja. Hal ini setelah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat kebijakan untuk menyediakan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Belajar Balai Kota yang menerima jasa penitipan anak.

Saat JawaPos.com datang untuk melihat-lihat beberapa waktu lalu, Bale ini sangat baik untuk anak-anak bisa mengeksplor diri. Pengajar-pengajar yang menjaga anak pun dapat dikatakan terampil.

Fasilitas yang ditawarkan di Bale Belajar ini adalah permainan bola, motor-motoran, peralatan masak anak, ruang tidur, loker tempat penyimpanan, kamar mandi beserta wastafel cuci tangan anak, meja belajar, dan area bebas anak untuk bermain.

Kepala Sekolah TPA Bale Belajar Balai Kota Nining Taskini menjelaskan daycare di Balai Kota ini merupakan ide dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tujuannya untuk memudahkan para ASN dalam menitipkan anak-anak mereka, selama bekerja.

Photo

Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Belajar Balai Kota. (Dok JawaPos.com)

“TPA Negeri Bale Belajar Balai Kota ini adalah idenya dari Pak Gubernur, ini fasilitas untuk para ASN Balaikota yang punya balita supaya tidak sulit apabila bekerja, sehingga bisa dititip,” kata Nining kepada JawaPos.com saat ditemui beberapa waktu yang lalu.

Nining menjelaskan pada dasarnya seluruh pengajar sudah akrab dan dekat dengan anak, sehingga terbiasa untuk menangani berbagai perilaku anak. Nining menyatakan para orangtua tidak perlu khawatir sat menitipkan anaknya.

“Jadi kami semua-semuanya sendiri, ya kayak ngerawat anak cucu sendiri. Tim pengajar di sini pegawai negeri yang dipekerjakan, ditugaskan ke sini, honornya ya dari pemerintah seperti pegawai negeri. Pengajar di sini baru berempat,” ungkap dia.

Adapun anak-anak yang boleh dititipkan di TPA, harus berumur 2-6 tahun. Tidak hanya bermain, anak-anak pun akan mendapatkan jadwal yang tersusun dan sedikit pengajaran seperti di TK sehingga mereka bisa merasakan bermain sambil belajar.

“Kegiatannya ada bermain, belajar, snack pagi, abis itu belajar lagi terus makan siang, lalu anak-anak tidur menjelang sore anak-anak bangun kembali, mandi, snack sore terus siap-siap pulang,” tutur Nining.

Nining pun menyampaikan fasilitas ini gratis, tidak ada biaya apapun yang dibebankan untuk para orang tua. Hanya, Nining meminta agar setiap keperluan anak baik snack, makan siang, bahkan baju salin wajib dibawa.

Menurutnya, satu pengawas hanya boleh memegang maksimal 3 anak, agar pengawasan dapat lebih fokus. Mengingat anak-anak dalam masa pertumbuhan sangatlah aktif.

Adapun pengajaran yang diberikan, jelas Nining, adalah karakter, pembiasaan di rumah. Bahkan Nining dan pengajar lain berinisiatif membuat alat peraga untuk belajar matematika, bahasa dan seni. Nining menambahkan, ke depan anak-anak akan disediakan untuk belajar IPA.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore