
Sekjem MWL Syekh Dr. Mohammed Al-Issa menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com-Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Syekh Dr. Mohammed Al-Issa menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/12). Dalam kesempatan itu, ia menyerukan umat Islam untuk memperkuat persatuan, menjunjung akhlak mulia, dan bersama menghadapi tantangan global dengan keteguhan moral serta solidaritas kolektif.
Ribuan jamaah memenuhi masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut. Dr. Al-Issa memuji Indonesia sebagai model moderasi Islam dan kehidupan harmonis yang mampu menjaga identitas keislaman sekaligus merangkul keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
Dalam khutbahnya, ia menekankan nilai kasih sayang, kerja sama, serta solidaritas sebagai inti peradaban Islam. “Seorang Muslim adalah akhlak yang berjalan di muka bumi,” ujarnya. Menurutnya, tantangan yang datang seharusnya menguatkan karakter seorang mukmin, bukan melemahkannya.
Dr. Al-Issa menyebut dua tantangan besar dunia Islam saat ini, yakni meningkatnya Islamofobia dan perpecahan internal. Ia mengingatkan penetapan 15 Maret sebagai Hari Internasional Melawan Islamofobia oleh PBB, serta pentingnya respons bersama dalam melawan diskriminasi terhadap Muslim di berbagai negara.
Ia juga memperingatkan bahaya sektarianisme dan pelabelan ideologis yang dapat melemahkan umat dari dalam dan membuka ruang bagi ekstremisme serta terorisme. Menurutnya, perbedaan mazhab merupakan kekayaan intelektual Islam, tetapi umat harus bersatu pada tujuan besar seperti keadilan, kasih sayang, dan kerja sama.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyoroti Piagam Membangun Jembatan Antar Mazhab Islam yang diluncurkan MWL di Makkah. Piagam berisi 28 pasal tersebut bertujuan memperkuat persatuan serta mempromosikan harmoni, dengan kontribusi penting dari para ulama Indonesia.
Syekh Dr. Mohammed Al-Issa dikenal sebagai tokoh global dalam dakwah moderasi, dialog antaragama, dan perjuangan melawan ekstremisme. Ia menjabat Sekjen MWL sejak 2016 dan pernah memegang berbagai posisi strategis, termasuk Menteri Kehakiman Arab Saudi.
MWL didirikan pada 1962 dan berkantor pusat di Makkah. Organisasi ini memiliki kantor di berbagai kawasan dunia serta berstatus konsultatif di lembaga-lembaga internasional seperti PBB, UNESCO, dan UNICEF. (*)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
