
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan dalam Program SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal) kepada sopir ojol di Pendopo Wali Kota Bekasi, Rabu (5/11). (Ist)
JawaPos.com - Kabar gembira bagi ribuan pekerja sektor informal di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan Program SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal), sebuah inisiatif yang memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja rentan seperti ojek daring, kuli bangunan, pedagang kaki lima, hingga buruh harian.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menuturkan, banyak warga Bekasi yang bekerja keras di sektor informal namun belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Banyak warga kita yang kerja keras tiap hari, tukang ojek, pedagang keliling, buruh harian, supir, dan lain-lain yang kalau sakit atau kecelakaan, keluarganya bisa terkena dampak. Lewat SIGAP, kita ingin pemerintah hadir untuk mereka," ujar Tri saat peluncuran program SIGAP di Pendopo Wali Kota Bekasi, Rabu (5/11).
Menurut Tri, tingkat kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Bekasi saat ini baru mencapai 44 persen. Melalui tahap pertama Program SIGAP, Pemkot menargetkan 11.666 pekerja rentan di seluruh kecamatan untuk segera mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Data penerima manfaat SIGAP dikumpulkan dari hasil verifikasi lintas dinas, seperti Dinas Sosial, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, serta mitra aplikator ojek daring. Penerima manfaat difokuskan pada warga dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5, yakni kelompok ekonomi rentan yang paling membutuhkan perlindungan sosial.
"SIGAP ini bukan cuma soal santunan, tapi soal keadilan sosial dan penghargaan atas kerja keras warga. Kita ingin pekerja informal merasa dilihat, dihargai, dan dilindungi negara," tegas Tri.
Pemkot Bekasi juga menyiapkan strategi agar program ini berkelanjutan, bukan sekadar proyek jangka pendek. Salah satu langkahnya adalah mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan aparatur sipil negara.
Melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dan gerakan PSR (Personal Social Responsibility), Pemkot mengajak ASN ikut berkontribusi melindungi pekerja di lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Tri Adhianto juga berbincang langsung dengan Dedi, seorang pengemudi ojek online yang menjadi penerima manfaat program SIGAP.
"Amit-amit ya. Kalau jatuh dari motor, bukan cuma helm yang nyelamatin, tapi juga BPJS lewat program SIGAP," ucapnya.
Dedi mengaku kini lebih tenang saat bekerja karena tahu keluarganya akan terlindungi jika terjadi hal yang tak diinginkan.
"Sekarang kalau kerja di jalan rasanya lebih tenang, Pak. Kalau ada apa-apa, keluarga saya gak bingung lagi," ungkapnya dengan wajah haru.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
