
Gubernur Banten Andra Soni saat diwawancarai terkait kelanjutan MRT ke Provinsi Banten di wilayah Serpong Utara, Senin (8/9). (Muhtamimah/Jawa Pos)
JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melakukan pembebasan lahan untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) East-West Line Fase II. Proyek ini akan menghubungkan Cikarang hingga Balaraja, dengan melintasi Kota Tangerang.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta. Kolaborasi ini difokuskan pada pembentukan kelembagaan bersama guna mempercepat pengembangan MRT East-West Line.
"Kami terus mendukung sinergi untuk memastikan keberlanjutan proyek MRT Jakarta East-West Line yang mulai disiapkan. Selanjutnya, kami akan terus berkoordinasi dengan intens untuk membahas persaiapan sebelum proses pengembangan resmi berjalan mulai dari kelembagaan, pembebasan lahan, sampai skema pendanaannya," ujar Yeti dalam keterangannya, dikutip Kamis (9/10).
Pembebasan Lahan Dimulai Bertahap 2026-2029
Pemkot Tangerang akan berkontribusi dalam proses pembebasan lahan secara bertahap sesuai rencana yang sudah disusun, yakni mulai 2026 hingga 2029.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan wilayah Tangerang menyambut kehadiran transportasi massal modern yang terintegrasi dengan kawasan Jabodetabek.
Pembangunan Jalan Frontage Dukung Akses MRT
Selain fokus pada MRT, Pemkot Tangerang juga segera merealisasikan pembangunan Jalan Frontage Utara Tol Jakarta-Merak. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi jalur penunjang konektivitas yang terhubung langsung dengan sistem MRT East-West Line di masa mendatang.
"Tidak hanya itu, kami berharap rencana percepatan pengembangan MRT East-West Line bisa disinkronisasi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang 2025-2029," tambah Yeti.
Pemkot Tangerang optimistis, kehadiran MRT East-West Line akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi daerah. Akses yang lebih cepat dan efisien diharapkan dapat membuka peluang investasi dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
"Dengan konektivitas yang makin luas, potensi ekonomi Tangerang akan ikut terdongkrak," tegas Yeti. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
