
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memekarkan wilayah Kelurahan Kapuk menjadi Kecamatan. (Yogi Wahyu/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Beragam respons muncul usai beredarnya rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memekarkan wilayah Kelurahan Kapuk menjadi Kecamatan.
Salah satunya datang dari pekerja swasta bernama Dimas yang mengaku telah tinggal di Kapuk sejak lahir. Dimas mengatakan, dirinya mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan pemekaran wilayah Kapuk.
Menurut Dimas, Kapuk sudah semestinya dibagi menjadi beberapa bagian, mengingat penduduknya yang kini mencapai 174 ribu jiwa.
“Menurut saya pribadi setuju aja kalau emang upaya pemekaran ini bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Kapuk,” kata Dimas, kemarin (7/10).
Ia menilai, permasalahan utama Kapuk meliputi kemacetan dan banjir. Menurut Dimas, dua hal itu sering kali dikeluhkan warga, namun tak kunjung terselesaikan. “Kalau ini dimekarkan, artinya kan pimpinan bisa lebih fokus dalam mengatasi permasalahan wilayah Kapuk kan. Ya harusnya bisa lebih fokus, terutama ngurusin permasalahan banjir,” ujar Dimas.
Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta nomor 850 Tahun 2025 tentang pemekaran wilayah Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Menurut Pramono Anung, wilayah Kapuk dimekarkan menjadi tiga wilayah kelurahan yakni Kelurahan Kapuk, Kapuk Timur dan Kapuk Selatan. Ia pun tak mau berprasangka karena usulan pemekaran wilayah Kapuk sudah ada sejak tahun 1990.
"Saya memutuskan sesuai dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 850 Tahun 2025, tanggal 23 September 2025. Pada prinsipnya menyetujui untuk melakukan pemekaran tiga kelurahan yakni Kelurahan Kapuk, Kapuk Selatan dan Timur," tuturnya.
Sementara, Rodiah, ibu rumah tangga yang tinggal di Kapuk juga tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut. Namun, ia juga mengkhawatirkan rumitnya perubahan administrasi yang dilakukan oleh warga. "Berarti kalau nanti diubah Kecamatannya, harus ngurus lagi dong ya ke Kecamatan. Ya khawatirnya jadi ribet aja sih nanti ngurus nya,” ujat Rodiah.
Meskipun begitu, Rodiah menyampaikan dirinya tetap menyetujui upaya pemerintah dalam memekarkan wilayah Kapuk. “Ya kita sebagai warga bisa cuma bisa mengikuti kebijakan aja. Kita percaya lah sama mereka, mereka juga kan orang berpengalaman juga,” tutupnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
