
Pengguna sepeda motor melintasi jalur yang di lewati truk yang menyebabkan kemacetan di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Camat Parung Panjang Chairuka Yudhyanto mengatakan bahwa kantor kecamatan banyak didatangi oleh warga dalam beberapa hari belakangan. Mereka minta didata sebagai korban kecelakaan truk tambang.
Hal itu terjadi setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memberikan uang yang angkanya mencapai puluhan juta rupiah kepada orang yang pernah menjadi korban kecelakaan akibat truk tambang sebagai wujud pengakuan kelalaian negara karena telah membiarkan penderitaan rakyat terjadi bertahun-tahun.
"Kantor kecamatan ramai didatangi warga. Mereka minta didata ngaku korban kecelakaan truk tambang," kata Chairuka Yudhyanto saat berbincang dengan warga di salah satu perumahan di Parung Panjang, belum lama ini.
Namun sayangnya, orang-orang yang datang ke kantor kecamatan tidak semuanya adalah korban kecelakaan truk tambang. Mereka hanya mengaku-ngaku sebagai korban.
"Meskipun cacat permanen kalau bukan karena kecelakaan truk tambang tidak bisa. Karena yang didata adalah orang-orang yang mengalami kecelakaan truk tambang, bukan yang lain," kata Chairuka Yudhyanto.
Dia menambahkan, pihaknya memang diminta untuk mendata orang-orang yang pernah menjadi korban truk tambang dan kabarnya akan diberikan bantuan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dia pun bekerja bersama dengan sejumlah pihak untuk melakukan pendataan dan melakukan verifikasi.
Akan tetapi, dia menegaskan semua orang yang didata tidak dapat digaransikan akan mendapatkan bantuan dana.
"Kita tugasnya hanya mendata. Nanti kewenangannya bukan ada di saya, tapi atas (pemerintah provinsi)," katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan sejumlah uang untuk korban truk tambang di wilayah Parung Panjang dan sekitarnya sebagai bentuk keprihatinan sekaligus pengakuan negara telah lalai dalam memberikan perlindungan kepada rakyatnya.
Untuk angka bantuan yang diberikan bermacam-macam mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 50 juta. Mulai dari mereka mengalami luka ringan, berat, cacat permanen, hingga meninggal dunia.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
